Find Us On Social Media :
Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Jumat (17/1/2020). ((Kompas.com/AKHDI MARTIN PRATAMA))

Erick Thohir Mengaku Dapat Ancaman Setelah Kasus Jiwasraya dan ASABRI

Sienty Ayu Monica - Jumat, 17 Januari 2020 | 12:15 WIB

Sonora.ID - Asuransi dua BUMN yakni PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau ASABRI teengah menghadapi kasus korupsi.

Pada kedua perusahaan BUMN itu ada dugaan kasus korupsi sehingga menimbulkan kerugian hingga triliunan rupiah.

Dilansir dari Kompas.com, Menteri BUMN Erick Thohir mengaku dengan merebaknya dua kasus perusahaan BUMN itu, dirinya mendapatkan ancaman. Namun, ia tidak menyebutkan detail ancaman apa saja yang diterima olehnya.

Baca Juga: Selain Jiwasraya dan ASABRI, Ini Kasus Korupsi Terbesar di Indonesia

Ia juga mengatakan bahwa ancaman itu sudah seperti makanan sehari-hari.

"Saya rasa itu (ancaman) sudah makanan sehari-hari, apalagi adanya kasus Jiwasraya dan ASABRI," kata dia di Dharmawangsa, Jakarta, Jumat (16/1).

Ancaman tersebut dilayangkan ke dirinya berasal dari berbagai sumber. Tapi ia mengaku tak gentar dan tetap menjalankan tugasnya sebagai Menteri BUMN dengan baik, termasuk memberekan kasus Jiwasraya dan ASABRI.

"Ya macam-macam (ancamannya). Tapi kita lillahi ta'ala karena kalau diberikan amanah ini kita kerja dengan terbaik saja," katanya.

Baca Juga: Kasus Jiwasraya Belum Kelar, Kini Ada Lagi Dugaan Korupsi di PT ASABRI

Mantan pemilik klub sepak bola Inter Milan itu pun mengaku lebih senang menjadi seorang pengusaha ketimbang menjadi menteri.

“(Lebih enak jadi) pengusaha. (Jadi pengusaha) bisa lebih bebas,” ucap dia.

Kasus Jiwasraya saat ini tengah masuk ke ranah hukum. Sebanyak lima orang sudah menjadi tersangka dengan dugaan kerugian negara Rp 13,7 triliun.

Sementara kasus ASABRI, Badan Pemeriksa Keuangan menyebut potensi kerugian negara mencapai Rp 16,7 triliun. Saat ini BPK tengah melakukan audit investigasi.

Baca Juga: Erick Thohir Kembali Rombak Jajaran Direksi BUMN, Kini Giliran ASDP