Find Us On Social Media :
ilustrasi hotel (Tribun Sumsel)

Imbas Corona, Tingkat Pengunjung Hotel di Palembang Hanya 25-30%

Fernado Oktareza - Kamis, 26 Maret 2020 | 21:35 WIB

Palembang, Sonora.ID – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Sumatera Selatan mencatat tingkat pengunjung hotel di Kota Palembang per-Januari hingga Maret 2020 hanya 25-30%.

Hal ini merupakan imbas dari wabah virus corona Covid-19 yang beberapa pekan terakhir semakin mengganas di beberapa negara dunia termasuk di Indonesia.

Ketua PHRI Sumsel, Herlan Asfiudin mengatakan, penurunan jumlah pengunjung hotel yang sangat drastis tidak hanya terjadi di Palembang bahkan diseluruh wilayah di Indonesia.

“Tidak hanya di Palembang,tapi semua hotel di Indonesia juga mengalami penurunan pengunjung secara drastis terutama di Bali yang hanya mencatat 18% pengunjung. Hal ini karena Bali sangat menggantungkan pengunjung hotel dari wisatawan mancanegara, sedangkan di Palembang tidak,” katanya, Kamis (26/03).

Baca Juga: Status Siaga, Dinas Pendidikan Kota Palembang Perpanjang Belajar di Rumah Hingga 4 April 2020

Ditambah lagi dengan dibatalkannya beberapa event yang berlokasi di hotel, yang tentunya berdampak pada kerugian yang cukup siginifikan terhadap bisnis hotel itu sendiri.

“Sesuai himbauan dari aparat penegak hukum, semua event yang sebelumnya sudah terjadwal di hotel mau tidak mau kita batalkan dulu supaya dapat meminimalisir penyebaran virus corona,” ujarnya.

Ia pun berharap, agar kejadian ini segera usai dan para pengusaha dapat kembali menjalankan bisnisnya dengan normal tanpa adanya kekhawatiran.

“Saya harap kasus ini segera usai, sehingga pengusaha baik itu hotel dan restoran bisa menjalankan bisnisnya seperti biasa. Selain itu saya juga menghimbau kepada para pengusaha hotel dan restoran untuk tetap mematuhi himbauan dari Pemerintah, karena seperti yang kita lihat Pemerintah sudah berupaya semaksimal mungkin agar virus corona ini tidak mewabah di Sumsel,” tutupnya.

Baca Juga: Disebut Zona Kuning Virus Corona Covid-19, Camat Sako: Itu Tidak Benar