Find Us On Social Media :
Suasana pasar di Cimahi, Jawa Barat. (Dok. Humas Jabar)

Pemprov Jabar Terapkan Protokol Kesehatan di Pasar Jelang Idul Fitri

Indra Gunawan - Rabu, 20 Mei 2020 | 06:49 WIB

Bandung, Sonora.ID - Pada masa pandemi Covid-19, berkerumun atau berkumpul di tempat-tempat umum/keramaian merupakan akfivitas yang harus dihindari, salah satunya adalah kerumunan di pasar tadisional atau modern.

Namun jelang Hari Raya, hal tersebut tampaknya tidak berlaku, dan beragam upaya pun telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mencegah kerumunan di pasar tradisional maupun modern jelang hari raya Idul Fitri. Mulai dari penerapan protokol kesehatan, pengawasan lapangan, sampai penyediaan wastafel portabel.

"Ya, kami selalu pantau kondisi di lapangan. Makanya, kami tahu apabila di satu pasar atau mal terjadi kerumunan besar," ucap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Arifin Soedjayana dalam jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (19/5/2020) sore.

Baca Juga: Kota Bandung Masuk Zona Kuning, Oded Siapkan Strategi Baru

Arifin menyatakan, pihaknya telah menyebarkan surat edaran kepada pelaku perdagangan supaya menerapkan protokol kesehatan dalam berkegiatan jual-beli. Surat edaran itu disebarkan juga kepada sejumlah asosiasi, seperti Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).

Penguatan koordinasi dengan Gugus Tugas Kabupaten/Kota pun dilakukan. Sebab, Gugus Tugas Kabupaten/Kota memiliki kewenangan penuh terkiat kondisi perdagangan di daerahnya. Salah satunya adalah kebijakan waktu operasional pasar tradisional maupun mal selama pandemi Covid-19.

"Untuk pasar modern masih tetap berlaku (waktu operasional) dari jam 08:00-20:00. Tapi, di setiap kabupaten/kota bervariasi. Di Kota Bandung, dari jam 08:00 sampai 20:00. Ada daerah yang buka jam 08:00 atau 09:00, tutup jam 18:00. Itu diserahkan kepada Gugus Tugas Kabupaten/Kota," ucapnya.

"Kepada pengelola pasar, kami meminta mereka melakukan patroli. Dengan pengeras suara mereka berkeliling dan mengimbau pedangan dan pembeli di pasar untuk tepat jaga jarak. Di beberapa pasar, mereka mengatur waktu berjualan dan bergantian," imbuh Arifin.

Terkait kebutuhan pokok, Arifin menjamin harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di pasar tradisional menjelang Hari Raya Idulfitri relatif stabil, meski ada sejumlah komoditi yang mengalami kenaikan seperti ayam broiler. Namun demikian stok kepokmas yang dinilai aman.

"Bawang merah juga mulai merangkak naik karena kelihatannya konsumsi ibu rumah tangga cukup tinggi. Terigu juga mengalami kenaikan. Untuk yang lain ada yang menurun, tapi tidak signifikan," imbuhnya.

Arifin juga melaporkan, bahwa stok beras di 7 cabang Bulog di Jabar mencapai 223.861 ton. Jumlah tersebut aman untuk enam bulan ke depan. Kemudian, stok gula mencapai 4.821 ton, dan aman selama dua bulan. Minyak goreng ada 735 ton dan ini diprediksi masih aman. Lalu ada 212 ton telur, dan tepung terigu ada 14 ton.