Find Us On Social Media :
Menteri Sosial Juliari P. Batubara saat mengunjungi pengungsi banjir bandang Masamba, Luwu Utara (Dok. Pemprov Sulsel)

Menteri Sosial Kerahkan Tagana Hingga Psikologi ke Luwu Utara

Dian Mega Safitri - Senin, 20 Juli 2020 | 13:00 WIB

Masamba, Sonora.ID - Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir bandang Masamba, Luwu Utara.

Hingga saat ini, bantuan yang disalurkan kepada warga Masamba mencapai Rp2 miliar. Adapun bantuan terdiri dari atas logistik, peralatan kebersihan dan santunan korban meninggal.

Selain bantuan berupa materil, Kementerian Sosial juga menerjunkan tim layanan dukungan psiokososial (LDP) untuk memulihkan trauma pengungsi terutama anak-anak.

Pemulihan secara psikososial ini sudah dilakukan sejak hari pertama bencana banjir terjadi.

"Jadi dukungan psikososial itu adalah kontak awal. Nah, bantuan psikososial dari sejak kejadian sudah datang. Kehadiran kita sebenarnya sudah memberikan penguatan," jelas Juliari.

Baca Juga: Turun Lapangan, Mensos Saksikan Distribusi Bansos Tunai ke 7.300 KK di Tambun Selatan

Juliar menuturkan, setiap tempat pengungsian terdapat satu pelayanan psikososial.

Menurutnya, layanan ini penting untuk menghibur serta memulihkan psikis para korban banjir bandang.

Sebutnya, sehingga minimal bisa memberikan kekuatan kepada mereka di tengah kesulitan yang mereka alami dan juga trauma yang mereka alami dari bencana terjadi.

Mensos juga memastikan kebutuhan dasar seperti makanan terpenuhi dengan menyediakan makanan melalui Dapur Umum yang dikelola Taruna Siaga Bencana (Tagana).

"Saya perintahkan Tagana memasak secara maksimal. Saya memastikan Dapur Umum terus menyediakan makanan," imbuhnya.

Baca Juga: Analisa BNPB Sebut Ada Pengelupasan Lereng Gunung di Luwu Utara

Dikutip dari lama website Kementerian Sosial, Juliardi menyebutkan bahwa semua korban banjir bandang harus tertangani termasuk korban yang meninggal dunia.

Untuk itu, semua ahli waris korban meninggal dunia mendapatkan santunan masing-masing sebesar Rp15 juta.

"Semua ahli waris korban akan mendapatkan santunan sebesar Rp 15 juta. Data sementara yang meninggal dunia yang telah diketemukan sebanyak 23 orang," tandasnya.