Find Us On Social Media :
Wali Kota Risma bersama Forpimda Surabaya saat penandatanganan bersama dalam rangka memelihara ketentraman, keamanan dan ketertiban masyarakat di Lobby Lantai II Balai Kota Surabaya, Kamis (17/12/2020). (Sonora.ID/Budi Santoso)

Jelang Libur Nataru, Forpimda Surabaya: Jaga Kondusifitas Kota & Prokes

Budi Santoso - Jumat, 18 Desember 2020 | 10:47 WIB

Surabaya, Sonora.ID - Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya melakukan penandatanganan bersama dalam rangka memelihara ketentraman, keamanan dan ketertiban masyarakat, Kamis (17/12/2020). Penandatangan ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam upaya menjaga kondusifitas Kota Surabaya jelang libur bersama menyambut Hari Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru).

Acara penandatanganan yang berlangsung di Lobby Lantai II Balai Kota Surabaya ini, diikuti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, perwakilan Korem 084/Bhaskara Jaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kejaksaan Negeri Surabaya dan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak.

Hadir pula, Forum Kerukunan Umat Beragama, perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) di Surabaya serta perwakilan dari organisasi keagamaan. Penandatangan ini juga berlangsung melalui video teleconference (Vidcon) yang diikuti Camat, Lurah, Kapolsek, Danramil, Ketua RT/RW, Ketua LPMK, Tokoh Agama, hingga Tokoh Masyarakat yang ada di 31 kecamatan Surabaya.

Baca Juga: Khawatir Penularan CoVID-19 Saat Libur Nataru, Pemko Banjarmasin Batasi Aktivitas Warga

Dalam sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat yang ada di Kota Pahlawan untuk bersama menjaga kondusifitas Kota Surabaya. Menurutnya, kondusifitas suatu kota itu akan berpengaruh terhadap kondisi perekonomian masyarakat.

"Selama ini kondisi Kota Surabaya relatif sangat aman dan saya juga berharap seluruh warga Surabaya dapat menjaga kota ini. Karena semua akan berimplikasi kepada kondisi perekonomian kita," kata Risma.

Ia menyebut, apabila kondisi perekonomian di Surabaya tidak stabil karena kurangnya menegakkan disiplin protokol kesehatan, maka ini dapat berdampak pada seluruh sendi kehidupan. "Bayangkan kalau kita tidak bisa keluar rumah, kita tidak bisa mencari nafkah, sementara anak-anak kita juga ingin sekolah. Karena itu saya berharap, mari warga Surabaya kita jaga kota ini," pesannya.