Find Us On Social Media :
Umrah, korban gempa Sulbar yang mengungsi di Makassar (Sonora.ID)

Mengungsi di Makassar, Korban Gempa Sulbar Alami Trauma Berat

Muhammad Said - Rabu, 20 Januari 2021 | 13:40 WIB

Makassar, Sonora.ID - Korban gempa bumi Sulawesi Barat yang mengungsi di Kota Makassar masih trauma berat atas musibah yang menimpa mereka.

Seperti yang dirasakan Umrah, warga kecamatan Malunda, kabupaten Majene saat ditemui, Rabu (20/1/2021). Dia mengaku terpaksa mengungsi di rumah keluarganya, jalan ujung bori, kelurahan Antang, kecamatan manggala.

Saat gempa, Umrah menceritakan sedang mengayunkan anak bayinya yang berusia 6 bulan. Guncangan sangat terasa, membuatnya panik dan berlarian keluar rumah.

"Itu sekitar jam 2:30 dini hari. Yang lain sementara istirahat. Saya ayun anakku, lemari berhamburan jatuh. Tidak bisa keluar, berusaha selamatkan anak, nanti berhenti gempa baru saya lari, saat itu belum ada rumah yang roboh," terangnya.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 4,2 SR Kembali Guncang Mamuju dan Sekitarnya

Gempa susulan terjadi hingga berkekuatan 6,2 skala richter. Hal itu mengakibatkan rumahnya rata dengan tanah. Tidak ada harta yang berhasil diselamatkan

"Tidak ada dek, rata dengan tanah rumah disana," kata Tamri.

Keluarga di Makassar yang mengetahui hal itu langsung menjemputnya, karena ada informasi akan terjadi tsunami.

Sejauh ini, pihaknya belum berencana kembali ke Sulbar menyusul kondisi belum kondusif. Terlebih, banyak penjarahan oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Di sana banyak perampok yang mengambil kesempatan, di rumah itu gas televisi habis dicuri, saya masih mikir-mikir kalau kembali ke Sulbar karna sudah tidak ada lagi rumah dan barang yang bisa diselamatkan," tambahnya.