Find Us On Social Media :
Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin (Dok Smartfm Makassar)

Usai Temui Gubernur, Dua Pejabat Pemkot Makassar Diam-diam Kabur Hindari Wartawan

Dian Mega Safitri - Jumat, 29 Januari 2021 | 13:10 WIB

Makassar, Sonora.ID - Dua pejabat Pemkot Makassar yakni Plt Kadis Pendidikan Irwan Bangsawan dan Kepala Bapenda Makassar Irwan Adnan bersama Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin secara khusus menemui Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di ruang kerjanya, Jumat (29/1/21).

Akan tetapi, kedatangan kedua pejabat tersebut terkesan diam-diam. Terlebih, usai pertemuan, keduanya menghindari wartawan yang sedari pagi menunggu untuk meminta keterangan mereka. Hanya Pj Wali Kota Makassar saja yang bersedia maladeni awak media.

Dari pantauan Smartfm Makassar, kedua pejabat itu turun tangga setelah dari ruang kerja Gubernur langsung menuju Baruga Lounge dan tak keluar lagi.

Baca Juga: DPRD Soroti Rudy yang Tak Hadiri Paripurna Penetapan Wali Kota Makassar Terpilih

Mereka disinyalir meninggalkan Kantor Gubernur melalui akses pintu keluar yang berada di Baruga Lounge.

Saat ditanya terkait kehadiran kedua pejabat itu, Rudy Djamaluddin mengaku tidak tahu menahu kedatangan mereka.

"Nda tau juga, tiba-tiba aja mereka tadi ada,” ungkapnya.

Diketahui, Irwan Bangsawan dan Irwan Adnan disebut-sebut akan pindah ke Pemprov Sulsel. Kepindahan mereka lantaran adanya perubahan konstalasi politik pascaditetapkannya Danny Pomanto sebagai Wali Kota terpilih pemenang Pilkada Serentak 2020.

Baca Juga: Alasan Danny Pomanto Tunjuk Mantan Pj Wali Kota Makassar Jadi Tim Transisi

Gubernur Nurdin Abdullah bahkan telah memberi sinyal akan menerima lewat merit system yang segera diterapkan Pemprov Sulsel.

Menurut Rudy, perpindahan pejabat memungkinkan dilakukan karena regulasi jelas mengaturnya. "Itu kan hak semua orang, siapa mau pindah siapa yang tidak. Artinya ya berjalan aja. Gak ada masalah," tuturnya.

Ia pun menilai, ASN Pemkot memiliki kompetensi yang mumpuni untuk ditempatkan di instansi manapun. "KiASN kita bagus kinerjanya, tinggal tentu bagaimana ASN kita terus menerus belajar, berkreasi dsn berinovasi untuk memperbaiki konsep-konsep pelayanan," tandasnya.