Find Us On Social Media :
berdasarkan tinjauan big data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, beberapa bulan sejak pandemi berlangsung mobilitas penduduk Sumsel terlihat mulai menunjukkan pergerakan yang puncaknya terjadi di Bulan September 2020. ()

Sejak September 2020, Mobilitas Masyarakat Sumsel Alami Peningkatan Ditengah Pandemi

Fernado Oktareza - Sabtu, 20 Februari 2021 | 18:30 WIB

 

Palembang, Sonora.IDPandemi Covid-19 yang mewabah di Indonesia khususnya Provinsi Sumatera Selatan sejak Maret 2020 lalu mengakibatkan turunnya mobilitas masyarakat.

Namun, berdasarkan tinjauan big data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, beberapa bulan sejak pandemi berlangsung mobilitas penduduk Sumsel terlihat mulai menunjukkan pergerakan yang puncaknya terjadi di Bulan September 2020.

Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Sumsel Timbul P Silitonga mengatakan, pergerakan masyarakat semakin meningkat khusus kondisi September 2020 sudah ada pergerakan di tempat-tempat seperti restoran, kafe, museum, perpustakaan dan bioskop.

Baca Juga: Ratusan Kelurahan Bebas Narkoba Bakal Dibentuk di Kota Palembang

Kalau dilihat dari grafik tepatnya dari bulan Marethingga Agustus 2020, tren mobilitas untuk tempat-tempat seperti restoran, kafe, pusat perbelanjaan, taman hiburan, museum, perpustakaan, dan bioskop semua masih berada dibawah kondisi normal. Penduduk Sumsel masih menahan diri tidak beraktifitas diluar rumah. Lalu mulai mengalami peningkatan pada bulan September 2020,” kata Timbul ketika memaparkan kondisi mobilitas penduduk Sumsel beberapa waktu lalu.

Sementara itu, untuk tempat-tempat seperti taman lokal, taman nasional, pantai umum, dermaga, taman hewan peliharaan, lapangan terbuka dan taman umum, disini sudah mulai bergerak tepatnya pada September hingga akhir Desember 2020 sudah mulai mengalami peningkatan.

Sedangkan untuk mobilitas masyarakat di angkutantransportasi sepanjang tahun 2020, ungkap Timbul, pergerakan masyarakat masih dibawah ambang baseline.

Baca Juga: Masuk Proyek KSPN, Renovasi Pulau Kemaro Dikebut

Ini penyebabnya karena masyarakat menganggap transportasi sebagai salah satu tempat yang beresiko besar penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Timbul, pada bulan Desember 2020 mobilitas masyarakat di toko bahan makanan dan apotek di Sumsel mengalami puncaknya.

Untuk tempat-tempat seperti supermarket, toko grosirmakanan, pasar tradisional, toko makanan khusus, toko obat dan apotek ada pergerakan yang semakin bagus bahwa penduduk Sumsel sudah mulai mendatangi tempat-tempat ini mengalami peningkatan tiap bulannya, dan puncaknya di akhir Desember 2020 yang sudah di atas baselinenya,” tutupnya.