Find Us On Social Media :
Membangun SDM Kreatif - Inovatif di Era Revolusi Industri 4.0, Society 5.0, dan Pandemi Covid-19 (Koleksi Pribadi)

Membangun SDM Kreatif - Inovatif di Era Revolusi Industri 4.0, Society 5.0, dan Pandemi Covid-19

Jati Sasongko - Rabu, 12 Mei 2021 | 17:45 WIB

Palembang, Sonora.ID - SDM harus di-create dan dibangun untuk mampu berubah beradaptasi-sinergi merespon fenomena perkembangan IT masa depan yang semakin pesat. Perkembangan Revolusi Industri 1.0 ke Industri 4.0 secara garis besar, adalah sebagai berikut;

-Industri 1.0 ditandai dengan produksi oleh mesin bertenaga air dan uap,

-Industri 2.0 ditandai dengan produksi massal dengan rangkaian mesin bertenaga listrik,

-Industri 3.0 ditandai dengan penggunaan mekatronik dan sistem otomasi produksi, artificial power / Internet of Things (IoT), dan

-Industri 4.0 ditandai dengan berbasiskan system cyber-physical, artificial intelligence of things (AIoT). Di masa yang akan datang AI akan merger saling melengkapi menjadi AIoT.

”Tantangan dan peluang dampak dari Revolusi Industri 4.0 antara lain; otomasi industri semakin massif, komputer ber-roda, mobil tanpa pengemudi. Tesla bersama Google mengembangkan 'computer ber-roda', yaitu mobil tanpa sopir.

Taknologi ini menurunkan angka kematian dan cidera yang disebabkan oleh kecelakaan hampir 94%. Mobil listrik komponennya hanya 200-an sementara mobil BBM hampir 2000-an. Pasar asuransi kecelakaan mobil hanya sedikit, tinggal 20-25% saja.

Baca Juga: Kelainan Struktur Fisiologis Saraf Otak Dapat Memicu Perilaku Pedofilia

Rem cerdas otonom mengurangi kecelakaan sebesar 25-45%. Taksi tanpa pengemudi. Uber memulai uji coba taksi tanpa pengemudi pada tahun 2017 yang lalu, sekitar 1,5 juta pengemudi taksi akan kehilangan pekerjaan, demikian juga dengan sopir pribadi.

Truk dan bus tanpa pengemudi. Daimler mendapat persetujuan untuk menjalankan truk tanpa pengemudi di jalan umum pada tahun 2015. Volvo akan dapat mengomersilkan truk tanpa pengemudi sebentar lagi.

Mobil tanpa pengemudi segera dikomersialisasikan secara penuh. Di AS 1,6 juta sopir truk akan kehilangan pekerjaannya. Navya dari Perancis mulai uji coba mengoperasikan bus tanpa sopir. Department store tutup.

Drone akan menggantikan petugas pengiriman. Uji coba drone milik Amazon terbang sejauh 5 mil (sekitar 8 km) untuk mengantarkan pesanan tahun 2017. Butuh waktu 13 menit dari pesanan hingga pengiriman. Apakah masih perlu Bahasa asing?

Setelah ditemukan alat translater beragam Bahasa. Bahkan dokter dan pengacara pun akan digantikan mesin. Firma hukum AS BakerHostetler menyewa AI yang disebut 'Rose' untuk menangani kasus-kasus kepailitan.

MD Anderson Cancer Centre memperkerjakan IBM AI Watson. Akurasinya sekitar 96%. Pembelajaran dengan moxed reality. Secara singkat dapat disibut rise of the machines. Sedang terjadi digital world war,”  ujar Dr. Heri Setiawan, S.T., M.T., IPM, Dosen Tetap Prodi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi – UKMC dalam acara IT Corner (11/05/2021).

Baca Juga: Wujudkan Kota Sehat, Pemkot Palembang Bakal Maksimalkan ODF