Find Us On Social Media :
Semangkuk pindang tetel khas Pekalongan (https://discoverpekalongan.com/)

Berburu Kuliner Khas Pekalongan: Nikmatnya Cita Rasa Pindang Tetel

Iyeng Veda - Kamis, 24 Juni 2021 | 16:10 WIB

Semarang, Sonora.ID - Bicara tentang kuliner, Kota Pekalongan punya beragam sajian istimewa menggugah selera. Salah satunya yang wajib diicip adalah pindang tetel.

Meski hidangan ini bernama pindang tetel, makanan khas desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan ini terbuat dari olahan daging sapi.

Sekilas, makanan ini terlihat seperti rawon, tapi berbeda. Karena pindang tetep memiliki kuah yang lebih encer ketimbang rawon.

Konon masyarakat Ambokembang hendak memanfaatkan hasil bumi kluwek dari daerah mereka. Saat mereka memadukan kluwek dengan tempe dan tahu, rasa masakan yang dihasilkannya kurang mantap.

Alhasil para warga menggunakan daging sapi dan menghasilkan cita rasa yang nikmat, terutama bila daging sapi dipotong kecil-kecil atau dalam bahasa Jawa: ditetel-tetel. Dari situlah nama pindang tetel tercipta.

Baca Juga: Aneka Wedhang Khas Kota Semarang yang Nikmat Disruput Saat Cuaca tak Menentu

Ciri khas dari Pindang Tetel terletak pada cara penyajiannya. Biasanya makanan ini dinikmati bersama kerupuk usek.

Sekedar informasi, kerupuk usek merupakan kerupuk berwana putih dan pink yang digoreng tanpa minyak, melainkan dengan menggunakan pasir.

Hal ini karena Pindang Tetel tidak cocok disajikan dengan krupuk yang digoreng dengan minyak karena bisa merusak cita rasanya.

Dulunya pindang tetel hanya disajikan di acara hajatan atau sunatan. Namun semakin bertambahnya penggemar kuliner khas ini membuat penjual pindang tetel semakin menjamur.

Bagi Anda yang ini menikmati sensasi lezat santapan khas ini dapat menemukan di sepanjang jalan Kota Pekalongan, khususnya daerah Kedungwuni. Mengenai harga sangat terjangkau, bekisar antara harga Rp. 7.500 – Rp. 10.000,- .

Baca Juga: Kunjungi Gereja, Yaqut Cholil Qoumas: Perkenalkan, Saya Menteri Agama untuk Semua Agama