Find Us On Social Media :
Kepala Perpustakaan Nasional Muhamad Syarif Bando memberikan sambutan dalam Lomba Bertutur di Jakarta, Senin (6/9/21) (Istimewa)

Syarif Bando : Lomba Bertutur Sarat Nilai Luhur dan Kearifan Lokal

Jumar Sudiyana - Senin, 6 September 2021 | 10:52 WIB

Jakarta, Sonora.Id - Mengenalkan budaya dan kearifan lokal Indonesia harus dimulai sejak usia dini. Tidak cukup diperoleh lewat cerita yang diperdengarkan secara turun temurun, anak-anak pun bisa mengenali keragaman kekayaan nusantara lewat koleksi buku yang bisa didapatkan, salah satunya melalui perpustakaan.

Dengan membaca anak-anak bisa berimajinasi tentang budaya dan kearifan lokal melalui kisah-kisah yang sarat dengan moralitas dan budi pekerti luhur yang kelak berguna sebagai modal pembentukan akhlak mereka di masa depan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando saat membuka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Nasional 2021 secara virtual di Jakarta, Senin, (6/9/2021).

“Cerita-cerita daerah selalu sarat nilai-nilai positif yang bisa dijadikan panutan dan tuntunan dalam keseharian,” kata Bando.

Ia berpesan sebagai generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan estafet pembangunan, anak-anak harus rajin membaca dan membuka wawasan. Jangan terpengaruh dengan media sosial, godaan narkoba, ataupun pergaulan tidak terkontrol. Gambaran kehidupan 25 tahun mendatang adalah apa yang dibaca saat ini.

"Anak-anak sejak usia sekolah dasar juga perlu diberikan keleluasaan dalam memperoleh/mencari sumber-sumber pengetahuan lain yang tidak sekedar diperoleh lewat buku-buku berbasis kurikulum," tegas Bando.

Keleluasaan dalam mencari pengetahuan nantinya akan memberikan mereka kelenturan dalam proses berpikir. Menghasilkan pemikiran yang luwes, berani menerima perbedaan pendapat, tangguh ketika menghadapi tantangan, dan adaptif dalam pergaulan. Mereka tidak akan terjebak dalam pola pikir yang sempit.

Sementara itu, Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpustakaan Nasional Adin Bondar menambahkan ajang tahunan ini dapat dijadikan sebagai upaya menumbuhkembangkan kegemaran membaca anak-anak serta kecintaan mereka terhadap karya budaya bangsa lewat buku-buku cerita daerah.

“Kemampuan bertutur adalah buah dari pemahaman memaknai yang tersirat dan tersurat yang diperoleh dari aktivitas membaca,” ujar Adin Bondar.

Menurut Bondar anak-anak adalah mutiara berharga. Kekayaan tak ternilai karena dari tangan-tangan mereka kelak cerita keberhasilan bangsa Indonesia akan mereka teruskan dari generasi-generasi.

"Semua pihak harus bertanggung jawab menjaganya dari terpaan budaya hedonisme, sifat angkuh, cepat berpuas diri, dan suka merendahkan orang lain yang dapat merusak proses pikir dan tumbuh karakter mereka di masa mendatang," tambah Bondar.

Lomba Bertutur tingkat SD/MI Nasional 2021 diikuti oleh 34 peserta yang mewakili tiap provinsi. Pelaksanaan lomba berlangsung selama lima hari (6-10 September). Lomba ini merupakan program prioritas dalam upaya menumbuhkembangkan budaya bertutur dan gemar membaca sejak usia dini serta bagian dari komitmen Perpusnas untuk tetap mencerdaskan anak-anak bangsa melalui bahan bacaan yang sarat kearifan budaya dan nilai-nilai luhur.