Find Us On Social Media :
Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo ()

Lewat Jakarta Geopolitical Forum V 2021 Lemhannas Ajak Masyarakat Memahami Bentuk Peradaban Masa Depan

Stefani Windi Ataladjar - Kamis, 21 Oktober 2021 | 11:30 WIB

Sonora.ID - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI kembali menyelenggarakan Jakarta Geopolitical Forum V / 2021 pada Kamis dan Jumat, 21-22 Oktober 2021. Dengan mengangkat tema Culture And Civilization: Humanity at the Crossroads (Budaya dan Peradaban: Kemanusiaan di Simpang Jalan) secara hybrid.

Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo menjelaskan, tema JGF tahun ini bertujuan memahami bentuk peradaban masa depan, khususnya struktur sosial budaya manusia dunia.

Selain itu juga untuk mengetahui sejauh mana budaya dan peradaban suatu bangsa dipertahankan di tengah perubahan pola pikir untuk beradaptasi dengan lingkungan peradaban baru.

“Ini dipicu dan dipacu oleh perkembangan lingkungan yang ada pada kita, untuk mencoba mencari sebuah pemahaman apa semua ini artinya buat kita (globalisasi dan teknologi), dan bagaimana kita bisa mengantisipasi masa depan supaya kita tidak terdadak,” kata Letjen TNI (Purn) Agus dalam keterangannya, Kamis (21/10/21).

Baca Juga: Presiden Jokowi Tegaskan Kembali Soal Green Economy Kepada Lemhannas

Selain itu, Letjen TNI (Purn) Agus mengatakan, pengelolaan budaya nasional merupakan prasyarat untuk mendukung identitas nasional. Namun, globalisasi dan teknologi yang membentuk jalan alternatif peradaban, memberi tantangan untuk mencari pilihan.

“Tanpa identitas nasional, suatu bangsa tidak dapat mengendalikan kekuatan untuk mencegah ancaman-ancaman lain yang dapat melemahkan wibawa peradaban asli bangsa tersebut,” tegasnya.

Jakarta Geopolitical Forum (JGF) merupakan session sharing bagi para pakar geopolitik dunia dalam menelaah situasi kawasan di dunia.

Harapannya, forum strategis ini dapat dimanfaatkan oleh pembicara (speaker) maupun peserta untuk mendiskusikan isu geopolitik di tingkat dunia. Geopolitik yang dimaknai sebagai ruang hidup menjadi isu sentral bagi seluruh negara di dunia.

Acara berskala internasional ini akan dibawakan oleh sepuluh narasumber terkemuka yang akan menjadi pemateri. Narasumber tersebut berasal dari tiga negara yaitu Amerika Serikat, Perancis dan Indonesia. 

Baca Juga: Gelar Giat Vaksinasi Malam, Kecamatan Taman Sari Beri Kesempatan Warga untuk Vaksinasi