Find Us On Social Media :
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil didampingi Plt. Walikota Bandung Yana Mulyana melihat OP minyak goreng di Taman Dewi Sartika Balaikota Bandung, Kamis (13/1/2022) (Gun)

Pemprov Jabar Kembali Gelar OP Minyak Goreng, Kali Ini di Balaikota Bandung

Indra Gunawan - Kamis, 13 Januari 2022 | 15:55 WIB
 
Bandung, Sonora.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) gencar menghadirkan Operasi Pasar (OP) murah minyak goreng.
 
Setelah pada Selasa (11/1) lalu digelar di kantor kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi, kali ini OP minyak goreng digelar di Taman Dewi Sartika kompleks Balai Kota Bandung, Kamis (13/1/2022).
 
"Kami berkeliling dalam operasi pasar ini untuk menghadirkan minyak goreng dengan harga murah. Sebelumnya kami sudah melakukan OP di 11 kota kabupaten termasuk kemarin di Bekasi, sekarang di halaman Balaikota Pemkot Bandung," ucap Gubernur Ridwan Kamil yang didampingi Plt. Walikota Bandung, usai melakukan OP minyak goreng di Taman Dewi Sartika Balaikota Bandung.
 
"Tadi diinformasikan oleh Pak Plt. Walikota Bandung Pak Yana, untuk di sini disediakan hanya 600 liter minyak goreng saja, yang dijual perliternya itu 14ribu rupiah" ucap Ridwan Kami.
 
Gubernur Ridwan Kami juga menyampaikan bahwa warga yang beli dibatasi dan cukup 2 liter per orangnya.
 
Ia juga mengakui, jatah minyak goreng untuk OP itu sebenarnya banyak, ada tujuhribuan liter, tapi minyak goreng tersebut dialokasikan ke tiap-tiap kecamatan dan kelurahan.
 
Lebih lanjut Gubernur mengatakan, bahwa OP minyak goreng ini akan dilengkapkan di 27 Kabupaten/Kota di Jabar.
 
Namun demikian, lanjut Gubernur, teknis OP akan dirubah agar tidak terjadi kerumunan massal.
 
"Nanti teknis OP minyak ini akan dirubah agar cepat sampai ke masyarakat dan tidak berkerumun. Ada yang dipusatkan di titik-titik tertentu, serta ada juga yang dikirim melalui kelurahan-kelurahan. Jadi warga cukup datang ke kelurahan atau kantor desa," kata Gubernur.
 
Baca Juga: Harga Minyak Goreng Melambung Tinggi, Beberapa Pedagang Di Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo Menyebut Kelangkaan Menjadi Salah Satu Penyebabnya
Dikesempatan yang sama, Ridwan Kamil memberikan penjelasan bahwa permintaan OP ini dinyalir sangat ramai, itulah salah satu alasan pemerintah tidak melaksanakannya di pasar-pasar karena sudah pasti akan terjadi antrian, kerumunan dan penumpukan orang.
 
"Akhirnya, cara dikirim ke tiap kecamatan atau kelurahan dicontohkan oleh Pemkot Bandung ini, Dan akhirnya, cara dikirim ke tiap kecamatan atau kelurahan dicontohkan oleh Pemkot Bandung ini," papar Gubernur.
 
"Mudah-mudahan sesuai statemen Pak Menteri Perdagangan ya akan ada banyak sekali suplai minyak goreng baik di pekan ini atau pekan-pekan selanjutnya sehingga harga minyak bisa normal kembali, karena dari hasil pantauan di lapangan, harga minyak goreng masih di sekitaran 40ribuan rupiah per 2 liter," ungkapnya
 
Sementara itu di lokasi yang sama, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan, dalam operasi pasar murah ini, Pemkot Bandung menyediakan total 7.200 liter minyak goreng dengan kemasan 1 liter.
 
"Dalam OP ini kita jualnya dengan harga Rp14.000 perliter. Seperti disampaikan Pak Gubernur tadi, serta demi mencegah kerumunan, maka pelaksanaan operasi pasar murah ini disebar di kelurahan-kelurahan," kata Elly.
 
"Sekarang kan masih masa pandemi covid dan tidak dibolehkan adanya kerumunan, jadi kami bekerja sama dengan teman-teman kecamatan dan kelurahan se-kota Bandung. Masyarakat yang bisa beli itu yang sebelumnya sudah didata oleh pihak kelurahan," pungkas Elly.
 
Baca Juga: Di Tengah Pandemi Covid-19, Polisi Selidiki Timbunan Bahan Pokok