Find Us On Social Media :
Gunung Merapi muntahkan awan panas (Tribun Solo)

Terjadi 3 Kali Guguran Awan Panas Merapi, Boyolali Alami Hujan Abu

Rara Mutiara - Senin, 7 Februari 2022 | 15:10 WIB

 

Solo, Sonora.ID – Gunung Merapi kembali keluarkan Awan Panas Guguran (APG) pada Minggu (6/2/2022).

Sebelumnya, penampakan terakhir Gunung Merapi mengeluarkan Guguran Awan Panas terjadi pada Jumat (7/1/2022) pukul 13.29 WIB.

Penampakan itu terjadi pertama kali di tahun 2022. Baru-baru ini, Luncuran Awan Panas Guguran terjadi lagi pada Minggu (6/2/2022) di sore hari pada pukul 15.12 WIB.

Tercatat di seismogram Awan Panas Guguran terjadi selama 2,9 menit dengan amplitudo 47 mm.

Awan Panas Guguran yang terjadi kali ini melontarkan material sejauh 2 kilometer dan juga munculkan kolom asap yang menjulang tinggi diatas puncak merapi dengan ketinggian kurang lebih 600 meter.

Pada pukul 16.35 WIB, Awan Panas Guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 33 mm dan durasi 155 detik dengan jarak luncuran materialnya sama yaitu 2 kilometer dan arahnya ke Kali Bebeng.

Baca Juga: Gunung Merapi Erupsi? Ini 3 Fakta dan Miyos yang Menyelimuti

APG terkahir tercatat tejadi pada pukul 17.13 WIB yang berlangsung selama 2, 7 menit dengan amplitudo 38 mm. Jarak luncuran kurang lebih 1800 meter kea rah Kali Bebeng juga. Karena Arah angin menuju ke Timur maka Material vulkanik dari awan panas guguran itu tersapu angin ke arah timur.

Dampak dari kejadian tersebut dirasakan oleh sebagian wilayah di Boyolali yakni pada wilayah Desa Sruni, Kecamatan Musuk dan juga Desa Sangup, Kecamatan Tamansari dengan turunnya hujan abu tipis.

Hujan abu yang turun di beberapa wilayah ini adalah Abu vulkanik yang  tak bisa  terlihat dan tak kasat mata. Namun, abu ini baru akan terlihat  setelah abu menempel pada benda-benda yang berwarna gelap.

Seperti yang di katakan oleh Jarma, salah satu warga Desa Sruni, Kecamatan Musuk yang memberi keterangan bahwa hujan abu terjadi sore hari sekitar pukul 15.20 WIB.

"Sempat hujan abu tipis sekali. Bisa terlihat setelah menempel benda dibawahnya," ujarnya Minggu  (6/2/2022).

Namun, hujan abu tipis ini tidak menggangu aktivitas warga karena mengingat guyuran hujan abu ini sangat tipis sekali.

"Warga tetap beraktivitas normal seperti biasanya," pungkasnya.

Baca Juga: Kepala Badan Geologi Daerah: Peringatan Waspada Erupsi Gunung Merapi