Find Us On Social Media :
Vaksinasi anak di SMPN 2 Banjarmasin (dok) (Smart FM Banjarmasin / Juma)

Siap-Siap! Siswa di Banjarmasin Tak Vaksin, Mesti Antigen ke Sekolah

Jumahudin - Senin, 28 Maret 2022 | 18:50 WIB

Banjarmasin, Sonora.ID - Vaksinasi anak di Kota Banjarmasin tergolong masih sangat rendah.

Yakni sebesar 31,96 persen untuk dosis pertama, dan 17,62 persen untuk dosis kedua. Dengan jumlah sasaran mencapai 69.608 anak.

Alhasil, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mewacanakan bakal menerapkan kebijakan vaksinasi menjadi syarat siswa untuk mengikuti kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.

Hal ini adalah  strategi untuk percepatan capaian vaksinasi dengan sasaran siswa di Kota Banjarmasin.

"Sudah kita rapatkan dengan Wali Kota, Kadisdik, Kepala Puskesmas melalui zoom meeting di hari Sabtu (26/03) lalu. Disepakati kita akan melakukan percepatan vaksin untuk anak-anak," ucap Machli Riyadi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, saat ditemui Smart FM Banjarmasin, di Balai Kota, Senin (28/03) siang.

"Untuk vaksin anak-anak kita targetkan sebelum ramadan 70%. Sehingga ini yang jadi komitmen kita dalam menjalankan percepatan vaksin dalam minggu ini." sambungnya lagi.

Dalam hal ini, pihaknya akan mempertimbangkan masukan dari Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo yang menyarankan syarat pemeriksaan antigen bagi siswa yang belum atau tidak diizinkan bervaksin oleh orangtuanya untuk mengikuti PTM di sekolah.

"Salah satu opsi yang akan digunakan nanti barangkali akan mempersyaratkan anak-anak yang belum diizinkan orangtuanya bervaksin, untuk membawa hasil pemeriksaan rapid test antigen ke sekolah," jelasnya.

"Akan menjadi pertimbangan kebijakan. Apakah anak tersebut dibolehkan atau tidak ikut PTM di sekolah. Karena ini untuk melindungi siswa yang sudah bervaksin juga," tambahnya.

Baca Juga: Persentase Vaksinasi di Pontianak Timur dan Utara Masih Rendah

Lebih jauh, Ia menekanka, bahwa vaksin adalah upaya kekarantinaan yang dilakukan negara atas sebuah pandemi yang terjadi saat ini.

Namun pihaknya masih mentolerir, jika siswa yang belum vaksin akibat kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan.

"Tapi, kalau siswa yang belum bervaksin tadi tidak bisa menunjukkan hasil pemeriksaan antigen, yang bersangkutan hanya dibolehkan untuk mengikuti pelajaran lewat zoom atau daring," tutupnya.