Find Us On Social Media :
Kepala BPS Sulsel, Suntono dalam momen talkshow SmartFM Malassar (Sonora.ID)

Gawat! Inflasi Sulsel Melonjak ke Level Tertinggi di 3 Tahun Terakhir

Muhammad Said - Senin, 4 April 2022 | 15:15 WIB

Makassar, Sonora.ID - Sulawesi Selatan mencatat inflasi sebesar 0,54 persen pada Maret 2022 yang menjadi inflasi tertinggi dalam 3 tahun terakhir.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Suntono menyampaikan hal itu saat merilis data statistik melalui kanal Youtube, Jumat (1/4/2022).

Dia mengatakan, laju tersebut tertinggi jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

"Dalam grafik inflasi pada maret ini tertinggi dalam 3 tahun terakhir untuk bulan yang sama," ujarnya.

Baca Juga: BPOM Makassar Amankan Makanan, Obat dan Kosmetik Ilegal Senilai Rp1,6 Miliar

Dia merincikan, Sulsel mencatatkan deflasi 0,10 persen pada Maret 2020 lalu. Sedangkan di Maret 2021 mengalami inflasi 0,34 persen, kemudian kembali inflasi 0,54 persen pada Maret 2022.

"Tingkat inflasi tahun kalender sebesar 1,07 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2022 terhadap Maret 2021) sebesar 2,49 persen," jelasnya.

Suntono memaparkan dari 5 kota IHK di Sulsel, seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bulukumba sebesar 1,12 persen dan inflasi terendah terjadi di Palopo sebesar 0,45 persen.

"Itu tertinggi ada di Kota Bulukumba sebesar 1,12 persen, Watampone sebesar 1,11 persen, Kota Parepare sebesar 0,55 persen, Makassar 0,49 persen dan terendah di Kota Palopo sebesar 0,45 persen," sambungnya.

Baca Juga: BPS Sumatera Utara Ungkap Alami Inflasi 0,71 Persen pada Maret 2022

Inflasi sendiri terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukan oleh naiknya indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran.

Tertinggi kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar yakni 1,10 persen yang kemudian disusul beberapa kelompok lainnya.

Adapun komoditas yang memberikan andil inflasi pada kelompok ini yaitu cabai rawit, bawang merah, emas perhiasan, cabai merah, tarif angkutan udara, ikan bandeng, sabun detergen, bahan bakar rumah tangga, tempe dan minyak goreng.

Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi yaitu ikan kembung, ikan teri, ikan cakalang, ikan merah, kol putih/kubis, jagung manis, bayam, ikan mujair, ikan kakap merah dan ikan ekor kuning.