Find Us On Social Media :
Menko PMK melihat jalur arus mudik. (Dok. Biro Hukum, Persidangan, Organisasi dan Komunikasi Kemenko PMK)

Puncak Arus Balik, 270 Ribu Kendaraan Diprediksi Masuk Jabodetabek

Saortua Marbun - Minggu, 8 Mei 2022 | 11:10 WIB
 
Sonora.ID - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut, sebanyak 270 ribu kendaraan di perkirakan akan masuk ke Jabodetabek pada puncak arus balik.
 
Muhadjir menyampaikan bahwa jumlah tersebut sepertiga dari jumlah total keseluruhan pemudik yang akan pulang ke Jakarta. 
 
“Seperti yang disebut oleh Kapolri, hari Minggu akan menjadi puncak mudik. Dan berdasarkan dari prediksi jasa marga itu akan ada 270 ribu kendaraan yang akan masuk ke jabodetabek dari semua arah. Dan ini memang harus kita siapkan sungguh-sungguh,” kata Menko PMK kepada Kompas TV, Sabtu (8/5).
 
Menko PMK juga menyampaikan bahwa akan ada penerapan one way untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas.
 
Baca Juga: Ramai Lancar, Arus Mudik dalam Kota Solo Turun 54% Jumlah Kendaraan

Diketahui sejak pukul 14.00 WIB, Jumat (8/5), telah diberlakukan sistem satu arah mulai dari Gerbang Tol (GT) Kalikangkung hingga ke KM 47 Tol Jakarta-Cikampek (Japek) arah Jakarta.

 
Koordinasi dan sinkronisasi antara pihak Korlantas dan pihak Kemenhub serta operator jasa jalan tol terus diupayakan dalam melakukan tukar data dan informasi. 
 
Adapun menurut data terakhir dari Kapolri, baru 30 persen pemudik yang kembali ke daerah asal mudik.
 
Sementara 64 persen lainnya masih mudik. Artinya, dua kali lipat pemudik belum masuk Jabodetabek.
 
“Sementara kalau dilihat puncaknya tinggal hari Minggu besok, meskipun ada juga yg mungkin merencanakan selepas hari Ninggu pulangnya. Tentu akan kita maksimalkan beberapa solusi seperti one way, ganjil genap dan contra flow,” jelas Muhadjir.
 
Baca Juga: Peduli Wong Cilik, Pemprov Jateng Gratiskan Program Mudik dan Arus Balik Di Semarang, Solo dan Purwokerto
 
Lanjutnya, akibat kebijakan one way sering terjadi sumbatan di jalur arteri. Jika demikian, pihaknya akan mengadakan relaksasi di jalur tol dari one way diubah menjadi contra flow.
 
“Dengan demikian maka ketika terjadi stagnasi, kemacetan di jalur arteri, itu bisa terurai kembali. Jangan sampai terjadi lock jam, macet yang terkunci. Ini yg harus kita hindari betul-betul,” tandasnya.
 
Sebelumnya pemerintah juga telah mempertimbangkan terkait kebijakan jalur one way, di mana pemudik yang menggunakan jalur arteri menjadi yang pertama terkena imbas one way
 
“Maka ketika akan mendekati lock jam, akan dibuka kebijakan baru yaitu akan dibuka paling tidak contra flow. Sehingga sebagian jalan tol bisa dilewati oleh mereka yang semula lewat jalur arteri. Dan ini sudah kita prediksi, dan simulasi, kok, beberapa kali,” kata Menko PMK.