Find Us On Social Media :
Presiden Jokowi (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Jokowi Bertemu Wakil Presiden Zambia Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi

Tito Suhandoyo - Kamis, 26 Mei 2022 | 12:11 WIB
Sonora.ID - Presiden Joko Widodo hari ini menerima Wakil Presiden Zambia W.K. Mutale Nalumango setelah menghadiri pembukaan The 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).
 
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi membahas upaya penguatan kerja sama di bidang ekonomi antara Indonesia dengan Zambia.
 
"Bapak Presiden menyampaikan harapan, ke depan ekspor Indonesia termasuk CPO, kertas, dan pakaian jadi terutama, dapat terus ditingkatkan ke Zambia," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangannya selepas pertemuan.
 
Selain membahas upaya penguatan kerja sama di bidang ekonomi pertemuan tersebut juga membahas kerja sama di sektor kesehatan.
 
Baca Juga: Pertemuan Jokowi dan Elon Musk Membuahkan Hasil, Tesla Akan Bangun Pabrik di Batang Jawa Tengah
 
"Bapak Presiden juga menyampaikan keinginan perusahaan-perusahaan farmasi Indonesia berkontribusi memperkuat sektor kesehatan di Zambia, terutama pemenuhan vaksin yang diperlukan," lanjut Retno Marsudi. 
 
Sementara itu, Wakil Presiden Zambia menyampaikan apresiasinya terhadap Indonesia di dalam pengelolaan kebencanaan. Untuk diketahui, apresiasi serupa juga sebelumnya disampaikan oleh sejumlah pihak antara lain Presiden Majelis Umum PBB dan Deputi Sekretaris Jenderal PBB.
 
"Wakil Presiden Zambia juga menyampaikan apresiasi cara Indonesia mengelola Covid-19. Ini juga disampaikan di dalam pidato Deputi Sekjen PBB dan juga Presiden Majelis Umum PBB," lanjutnya.
 
Di samping itu, Wakil Presiden Zambia juga menyampaikan mengenai pentingnya Indonesia dan Zambia dapat melakukan pertemuan joint commission. Wakil Presiden Zambia juga menyampaikan keinginannya agar Indonesia dapat membantu peningkatan kapasitas di sektor-sektor yang diperlukan Zambia, yakni di bidang manajemen kebencanaan dan pertambangan.
 
"Tadi juga disebutkan keinginan bekerja sama dalam capacity building masih, tetapi juga sebagai tambahan di bidang pertanian," ujarnya.