Find Us On Social Media :
Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Riau mengadakan launching Mahasiswa Peduli Stunting (PENTING) bersempena dengan Hari Kependudukan Sedunia di tanggal 11 Juli 2022. (SMART FM Pekanbaru)

BKKBN Provinsi Riau bersama Universitas Riau Launching Mahasiswa Peduli Stunting

Khairani Fitri Kananda - Senin, 11 Juli 2022 | 15:40 WIB

Riau, Sonora.ID - Sebagai tindak lanjut upaya percepatan penurunan stunting terkhusus di Provinsi Riau, Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Riau mengadakan launching Mahasiswa Peduli Stunting (PENTING) bersempena dengan Hari Kependudukan Sedunia di tanggal 11 Juli 2022.

Kegiatan ini diselenggarakan bersamaan dengan pelepasan Mahasiswa KUKERTA (Kuliah Kerja Nyata) tahun 2022 Universitas Riau (UNRI).

Rektor UNRI, Prof. Dr. Ir. H. Aras Mulyadi, M.Sc menjelaskan bahwa KUKERTA 2022 ini menurunkan 6.242 mahasiswa dan memiliki 3 program, yakni Kukerta Umum, Kukerta Integrasi, dan Kukerta Pencegahan Stunting.

“Kita berharap dalam program KUKERTA ini, mahasiswa bisa membantu memfasilitasi masyarakat dalam pencegahan stunting, terkhusus untuk KUKERTA tematik pencegakan stunting. Untuk itu, kami bekerja sama dengan pihak BKKBN untuk pembekalan sehingga mahasiswa punya pemahaman yang sama ketika turun ke lapangan,” jelasnya usai kegiatan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BKKBN Provinsi Riau Mardalena Wati Yulia menjelaskan bahwa peran aktif semua pihak termasuk mahasiswa menjadi langkah efektif untuk mempercepat penurnan stunting di Provinsi Riau.

Baca Juga: Pertamina, BKKBN, dan TNI AD Jalankan Program Bapak Asuh Anak Stunting di Medan dan Deliserdang

“Kita harap semua mahasiswa turut berperan aktif dalam upaya percepatan stunting ini, tidak hanya mereka yang mengambil studi di bidang kesehatan tapi semua bidang ilmu yang punya peranan strategis dalam upaya penurunan stunting,” jelasnya.

Mardalena optimis bahwa peran mahasiswa bisa membantu percepatan penurunan stunting.

“Karena percepatan penurunan stunting ini tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Ini tindak lanjut yang diselenggarakan nasional, dan di Riau diturunkan ke 12 kabupaten dan kota. Setelah itu akan diberikan data mahasiswanya dan mereka akan bersinergi bersama TIM Pendamping Keluarga setempat,” tambahnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala BKKBN RI, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) secara virtual. Dalam kesempatan tersebut, Hasto memberikan kuliah umum terkait pentingnya edukasi pra-nikah untuk mencegah anak stunting, mengingat Indonesia diperkirakan akan mengalami bonus demografi dalam kurun 2030-2040 mendatang. Dengan demikian, diharapkan masyarakat usia produktif pada saat itu adalah generasi-generasi unggul bebas stunting.