Find Us On Social Media :
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop-UKM) Teten Masduki (Kompas.com)

Menkop: Pemerintah akan Bangun Pabrik CPO dan RPO Mini Berbasis Koperasi

Stefani Windi Ataladjar - Senin, 18 Juli 2022 | 20:15 WIB

Sonora.ID - Pemerintah membahas hilirisasi produk kelapa sawit, antara lain usulan pembentukan pembangunan pabrik minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan minyak makan merah (red palm oil/RPO) mini berbasis koperasi.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop-UKM) Teten Masduki, usai ratas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/07/2022) mengatakan, upaya tersebut dilakukan sebagai salah satu solusi untuk menyerap tandan buah segar (TBS) dari petani sawit yang terkadang sulit dijual, harganya rendah, atau petani tidak punya teknologi untuk mengolah sawitnya menjadi CPO dan RPO.

“Pak Presiden sudah menyetujui untuk pembangunan minyak makan merah berbasis koperasi. Ini saya kira akan menjadi solusi karena 35 persen produksi sawit atau CPO ini berasal dari petani mandiri, petani swadaya. Kalau dilihat dari luas lahannya 41 persen lebih. Jadi ini cukup. Saya kira ini juga solusi bagi distribusi minyak makan untuk suplai minyak makan ke masyarakat,” ujar Teten.

Teten menjelaskan, saat ini teknologi produksi untuk minyak makan merah sudah dirancang oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Kota Medan. Teten berharap PPKS dapat segera membuat detail engineering design (DED) sehingga mesin tersebut bisa segera diproduksi untuk menjadi proyek pilot.

Baca Juga: Bupati Jambi Minta Petani Sawit Tingkatkan Literasi

Teten juga menjelaskan bahwa minyak makan merah memiliki kandungan protein dan vitamin A yang tinggi. Selain itu, minyak makan merah  jauh lebih sehat dan bisa dipakai untuk program mengatasi stunting.

Sementara itu, menurut Teten, pihaknya mengusulkan kepada Presiden Jokowi agar pada Januari 2023 pembangunan pabrik CPO dan RPO berbasis koperasi ini sudah dimulai. Teten menargetkan PPKS bisa menyelesaikan DED-nya paling lambat pada Agustus 2022 mendatang.

Lebih lanjut, Teten menjelaskan bahwa satu pabrik CPO dan RPO mini membutuhkan investasi sebesar Rp23 miliar dengan return of investment (ROI) 4,3 tahun.

“investasi tersebut untuk produksi sebanyak 10 ton minyak makan merah per hari. Adapun untuk investasinya bisa diintegrasikan dengan working capital, dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dengan bunga 5 persen, untuk mesinnya bisa dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), dan untuk pengembangan sawit di on-farm bisa dengan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Himbara,” tuturnya.

 Baca Juga: Pemprov DKI Wajibkan Syarat Booster untuk Akses Ruang Publik