Find Us On Social Media :
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi C02 (Tangkapan Layar Youtube Kementerian ESDM)

Menkeu: Indonesia Berkomitmen Lakukan Transisi Menuju Energi Yang Ramah Lingkungan

Stefani Windi Ataladjar - Rabu, 27 Juli 2022 | 20:50 WIB

Sonora.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi C02 dengan mendorong transisi energi menuju energi yang ramah lingkungan.  

“Kalau kita akan membuat transisi energi menuju energi yang ramah lingkungan, berarti green energy,” ucap Sri Mulyani dalam keterangan pers G20 Webinar Series: Unlocking Innovative Financing Schemes and Islamic Finance, secara daring, Rabu (27/07/2022).

Sri Mulyani menyebut, peranan energi adalah paling besar kontribusinya untuk menurunkan CO2, namun biayanya juga paling besar. Oleh karena itu, diperlukan aspek untuk mendesain transisi energi yang affordable dan memperhatikan aspek sosial dan ekonomi.

Sri Mulyani juga mengungkapkan, berdasarkan Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia akan bisa menurunkan emisi karbon sebesar 29 persen dengan menggunakan upaya sendiri, atau menurunkan CO2 sebesar 41 persen dengan dukungan dunia.

Baca Juga: Menkeu : Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 Penting untuk Sinkronisasi Kebijakan Fiskal dan Moneter

“Ini merupakan salah satu PR yang terus-menerus kita desain dari sisi pembiayaannya. dari sisi pembiayaan instrumen sukuk yang green itu sudah kita introduce sejak tahun 2018. kita bahkan sudah meng-issue lebih dari 3,5 billion US Dollar atau miliar Dolar AS menggunakan instrumen green sukuk secara global dan bahkan juga sudah kita introduce di tingkat lokal dan ritel,” ungkapnya.

Selain itu, terkait pembiayaan, Sri Mulyani menyebutkan salah satu desain pembiayaan untuk menyelesaikan masalah climate change yaitu bisa melalui pendekatan instrumen pembiayaan berbasis syariah, atau dalam hal ini sukuk wakaf.

“Wakaf ini nanti perlu untuk kita terus kembangkan. Karena Bapak Wapres termasuk yang mendorong kita untuk mengembangkan pembiayaan berbasis wakaf. Nanti di dalam forum seperti ikatan ahli ekonomi Islam juga saya minta untuk terus meng-explore berbagai kemungkinan financing-financing yang sifatnya syariah tersebut,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Indonesia telah menetapkan target penurunan emisi karbon karbon hingga 29% pada 2030 mendatang dengan kekuatan atau pendanaan sendiri. Sementara apabila mendapatkan dukungan dan bantuan internasional maka target penurunan emisi karbon bisa sebesar 41% pada periode yang sama. Kemudian mencapai target net zero emission paling lambat 2060.