Find Us On Social Media :
BSKAP Kemendikbudristek lakukan kunjungan ke Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur terkait penguatan Kurikulum Merdeka pada awal tahun ajaran 2022/2023. (Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi )

Implementasi Kurikulum Merdeka Hadirkan Pengalaman Belajar Terbaik Siswa di Jember

Liliek Setyowibowo - Minggu, 31 Juli 2022 | 06:20 WIB

Sonora.ID - Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (BSKAP Kemendikbudristek) melakukan kunjungan ke Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur terkait penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka yang mulai diterapkan oleh sebagian besar sekolah di Kabupaten Jember pada awal tahun ajaran 2022/2023.

Kepala BSKAP Kemendikbudristek, Anindito Aditomo dalam keterangan tertulis yang Sonora terima, di kesempatan berbeda mengatakan bahwa Kemendikbudristek melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang ada di Provinsi, terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, organisasi-organisasi guru, dan lainnya untuk terus memberikan pemahaman terkait Kurikulum Merdeka agar tidak terjadi miskonsepsi.

Kurikulum Merdeka dirancang untuk memudahkan guru dalam mengajar yang berorientasi pada murid, sehingga menghadirkan pengalaman belajar yang terbaik bagi anak-anak kita,” terang Anindito.

Sementara itu, kegiatan penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka yang dilaksanakan di Jember berlangsung dari tanggal 26-27 Juli diisi dengan audiensi dan diskusi bersama pemangku kepentingan bidang pendidikan di Jember.

Baca Juga: Kota Pontianak Siap Terapkan Kurikulum Merdeka

Bupati Jember, Hendy Siswanto menyampaikan bahwa Pemkab Jember menyambut baik Kurikulum Merdeka yang digulirkan Kemendikbudristek.

”Para siswa perlu diajarkan materi pembelajaran yang konkret agar siap menghadapi permasalahan sehari-hari,” tegas Hendy seraya berharap melalui Kurikulum Merdeka dapat mendorong adanya transformasi pembelajaran siswa di sekolah yang selama ini mengandalkan metode ceramah.

Senada dengan hal tersebut, Plt. Kepala Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP), Irsyad Zamjani juga menekankan bahwa harapan dari Bupati Jember dalam peningkatan pembelajaran yang berkualitas sudah terakomodasi dalam Kurikulum Merdeka.

“Di Kurikulum Merdeka, konsepnya sudah sangat selaras dengan yang disampaikan oleh Bupati tadi, proses pendidikan dan pembelajaran tidak lagi mengandalkan hafalan. Tetapi, benar-benar fokus pada kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki anak sesuai dengan jenjangnya,” sambung Irsyad.

Selain itu, Irsyad juga memberikan apresiasi yang besar terhadap satuan pendidikan di Kabupaten Jember yang antusias menerapkan Kurikulum Merdeka secara mandiri.

Kurikulum Merdeka mendukung konektivitas dan peningkatan kualitas pendidikan di Jember

Melanjuti sesi diskusi, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Sukowinarno menyampaikan harapannya agar semua satuan pendidikan di Kabupaten Jember dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara baik meski dengan segala keterbatasannya.

“Kita tetap harus semangat dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Kami juga akan mengevaluasi penerapan Kurikulum Merdeka untuk perbaikan di masa yang akan datang,” ujar Sukowinarno seraya mendorong terpeliharanya komitmen dan visi yang sama bagi para pengawas dan kepala sekolah dalam penerapan Kurikulum Merdeka guna meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Jember.

Baca Juga: 5 Negara yang Lancar Berbicara Bahasa Indonesia, Ternyata Masuk ke Dalam Kurikulum Sekolah Penduduknya Lho!