Find Us On Social Media :
Ilustrasi Tradisi Unik Daerah di Indonesia Menyambut 17 Agustus-an (Sonora/Jati Sasongko)

5 Tradisi Unik Daerah di Indonesia Menyambut 17 Agustus-an, Ada Sepak Durian!

Stefani Windi Ataladjar - Senin, 15 Agustus 2022 | 12:00 WIB

Sonora.ID – Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus di setiap tahunnya selalu jadi bulan yang meriah di Indonesia.

Antusias masyarakat dalam menyambut hari kemerdekaan sangat beragam mulai dari mendekorasi tempat tinggalnya dengan atribut 17-an sampai dengan menyelenggarakan perlombaan meriah.

Namun, di beberapa daerah juga biasanya memiliki tradisi unik dalam menyambut perayaan 17 Agustus.

Bahkan tradisi unik ini merupakan turun temurun dan tetap dilestarikan masyarakat hingga saat ini.

Berikut ini 5 tradisi perayaan 17 Agustus yang dilansir dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kompas.com

Tradisi Lomba Dayung, Banjarmasin

Pernahkah mendengar Tradisi Lomba Dayung Banjarmasin? Banjarmasin yang berada di pulau Kalimantan ini memiliki sebuah perlombaan yang selalu menarik perhatian banyak orang.

Yaitu Lomba Dayung Perahu Naga yang rutin dilakukan setiap tahunnya di Sungai Martapura.

Acara ini bukan kegiatan baru, melainkan sudah dilakukan sejak tahun 1924. Lomba dayung ini bukan hanya dijadikan hiburan ketika menyambut ulang tahun kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana untuk mencari bibit-bibit pendayung andal.

Awalnya acara ini memang hanya diperuntukkan bagi warga setempat, namun karena semakin terkenal, pesertanya pun semakin beragam, termasuk dari provinsi tetangga.

Baca Juga: Ini Dia 5 Tradisi Idul Adha Unik dan Menarik yang Ada di Dunia

Lomba Sampan Layar, Batam

Tidak kalah meriah dengan daerah lainnya, warga Batam juga memiliki permainan tradisional yang kemudian menjadi tradisi tahunan dalam rangka perayaan  ulang tahun kemerdekaan, yakni lomba sampan layar.

Acara ini terus diselenggarakan setiap tahunnya sejak tahun 1965. Lomba ini biasanya dilaksanakan setelah upacara peringatan HUT RI.

Meski hanya sekali, anda harus menonton pertandingan ini secara langsung, karena acaranya sangat menakjubkan.

Akan ada banyak perahu kayu warna-warni yang berlayar dan membuat suasana kian semarak.

Karena sudah cukup populer, acara ini bahkan bukan hanya diikuti oleh warga Batam saja, tetapi wisatawan domestik hingga ke mancanegara.

Tradisi Pacu Kude, Aceh

Tradisi yang sudah dilakukan oleh masyarakat Aceh ini merupakan permainan rakyat yang sudah ada pada masa kolonial Belanda yang biasa dimainkan setelah panen.

Setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1956, permainan ini secara resmi diambil alih oleh pemerintah setempat.

Sejak saat itulah pemerintah dan masyarakat Aceh menganggap bahwa Pacu Kude merupakan simbol dari perjuangan rakyat untuk mendapatkan kemerdekaan.

Maka, dari sini lah tradisi Pacu Kude terus digalakan dalam rangka merayakan HUT RI setiap tahunnya.

Kuda yang digunakan untuk acara ini juga merupakan kuda hasil persilangan antara kuda Australia dan kuda Gayo, lho.

Biasanya, kuda  yang ikut serta dalam pacuan ini berasal dari enam daerah yakni Aceh Tengah yang merupakan tuan rumah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Besar, dan Sumatera Barat.

Telok Abang, Palembang

Jika sedang  mengunjungi Palembang pada bulan Agustus, anda mungkin akan menemukan banyak sekali penjual Telok Abang di sepanjang jalan. Ini adalah mainan khas bulan Agustus yang selalu diburu oleh masyarakat.

Mainan dari gabus yang dibentuk menjadi kapal laut, pesawat terbang, atau kereta ini sudah lekat dan sudah menjadi bagian dari tradisi perayaan HUT RI.

Selain gabus yang berwarna kuning serta berbagai kertas yang ditempelkan sebagai hiasan, Telok Abang juga dilengkapi dengan telur rebus.

Uniknya, telur tersebut dicat dengan warna merah, kemudian ditancapkan di bagian tengah kapal.

Sepakbola Durian, Kebumen

Bulan Agustus memang identik dengan berbagai macam perlombaan unik di masyarakat.

Mulai dari lomba makan kerupuk, hingga lomba yang cukup ekstrim seperti yang diadakan oleh Masyarakat Kebumen, Jawa Tengah.

Mereka rutin mengadakan lomba sepakbola, namun uniknya, mereka mengganti bola dengan durian.

Karena cukup ekstrim, perlombaan ini biasanya hanya diikuti oleh orang tertentu misalnya anggota laskar Densus 99 dan anggota forum spiritual.

Sebelum perlombaan pun akan diadakan doa bersama untuk keselamatan para peserta.

Baca Juga: 5 Ide Lomba 17 Agustusan Paling Unik dan Kreatif, Cocok Untuk Perayaan HUT RI Ke 77