Find Us On Social Media :
RSUD Dr Moewardi Solo (tribunews.com)

Alami Gizi Buruk, Bayi Asal Karanganyar Dilarikan Ke RSUD Dr Moewardi Solo

Yasinta Damayanti - Selasa, 30 Agustus 2022 | 16:30 WIB

 

Karanganyar, Sonora.ID - Bayi asal Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Karanganyar bernama Aira Cahya Mekarsati, yang menderita gizi buruk hingga jantung bocor kini dirawat di RSDM Solo.

Ayah dari Aira, Ratno Mekarsari mengatakan, anak ketiganya nangis terus dirumah dan akhirnya dilarikan ke RSUD dr Moewardi (RSDM) Solo sejak, Senin (22/8/2022).

"Anak saya nangis terus di rumah, lalu kami bawa dan periksa, ini sedang perawatan opname, "tuturnya, Senin (29/8/2022).

Ratno juga mengungkapkan anaknya kini telah melakukan pemeriksaan secara medis seperti CT scan di RSDM Solo, dan hasil CT scan terdapat kelainan pada otak kiri anaknya.

Dirinya mengaku bingung dengan hasil pemeriksaan anak saya memohon doa untuk anaknya.

"Saya malah semakin binggung dengan hasil pemeriksaan anak saya, mohon doanya, semoga anak saya diberikan keajaiban dari Allah, "jelasnya.

Bayi Gizi Buruk Asal Karanganyar

Nasib menghinggapi pasangan suami istri Ratno Mekarsari-Dian Aruna Mahesi warga Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar.

Anak ketiganya Aira Cahya Mekarsari yang masih berusia 15 bulan menderita gizi buruk akut.

Ibunda Aira,Dian Aruna Mahesi mengungkapkan anaknya yang lahir 2 Apri 2021 mulai lambat pertumbuhan sejak usia tiga bulan,dan kini usia 15 bulan bobotnya hanya 5,3 kilogram, Selasa (28/6/2022).

Dirinya juga mengungkapkan pihak posyandu menyarakankan ke puskesmas, lalu dirujuk ke RSUD dan hasil CT scan jantungnya bocor.

Baca Juga: Apes Nasib Pedagang HIK Karanganyar Dibayar dengan Uang Palsu

"Butuh alat bantu juga untuk pendengaran karena semua bagian tubuh kiri mengalami kelainan, RSUD Karanganyar enggak punya alat bantunya,  sehingga dirujuk ke RSUD dr Moewardi,”jelasnya.

Dian mengungkapkan keaddan anaknya, mata sebelah kiri tak berfungsi normal dan kulitnya keriput mirip lansia. Sedangkan, kaki dan tangannya kurus serta separuh wajahnya rata mulai hidung.

Dirinya juga mengatakan, BPJS dari pabrik distop karena dirinya mengundurkan diri, sehingga dirinya mengajukan KIS tetapi dana KIS tak bisa mengkover seluruhnya.

Dian menuturkan suaminya bekerja serabutan seperti jadi kuli,nyopir hasilnya Rp 50 ribu-Rp 60 ribu itu habis makan saja,untuk menambah penghasilan , ia menerima job bersih-bersih pekarangan tetangga.

Hasilnya bisa membantu suami beli susu, sesuai resep dokter.Aira tak boleh mengonsumsi sembarang susu formula.

Dian sangat mengapresiasi sejumlah relawan yang memberikan bantuan kepada anaknya, namun dirinya mengaku bantuan tersebut belum bisa mengkaver kebutuhan rutin pengobatan putrinya.

“Kami tetap mengupayakan terbaik buat Aira, semoga ada keringanan untuk pengobatan, bantuan dari pemerintah belum ada sama sekali, kami hanya bisa pasrah, ”jelasnya.

Wakil Ketua Baznas Bidang Pendistribusian,  Anas Aijudin mengungkapkan telah menerima informasi adanya bayi gizi buruk asal Jumantono dan pihaknya berencana akan melihat kondisi keluarga tersebut.

Baca Juga: Perbaikan Jembatan Jurug Pengaruhi Tingkat Kunjungan Wisata Di Karanganyar

Sumber berita: tribunsolo.com