Find Us On Social Media :
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Rosmini Pandin memaparkan perkembangan terkini kasus gagal ginjal akut di Sulsel (Dok Sonora.id)

Waspada! 5 Anak di Sulsel Meningggal Diduga Gagal Ginjal Akut

Dian Mega Safitri - Selasa, 25 Oktober 2022 | 14:15 WIB

Makassar, Sonora.ID - Kasus Acute Kidney Injury (AKI) atau gagal ginjal akut dilaporkan telah menyerang sejumlah anak di Sulawesi Selatan. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, sebanyak 8 anak di Sulawesi Selatan diduga menderita gagal ginjal akut. Bahkan 5 anak diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Rosmini Pandin mengatakan, enam anak penderita gagal ginjal akut terdeteksi sebelum Agustus 2022. Sisanya baru dilaporkan pada Oktober ini. Anak-anak yang diduga gagal ginjal akut ini berusia 8 bulan hingga 12 tahun.

"Status saat ini dua anak sembuh. Dua pasien anak lainnya berasal dari Luwu Timur dan Parapare dan masih dirawat di rumah sakit setempat," ujar Rosmis kepada awak media di Makassar, Senin (24/10/2022).

Kendati demikian, hingga kini pihaknya belum bisa memastikan penyebab utama kematian anak-anak tersebut. Sebab, beberapa para pasien gagal ginjal akut tersebut diketahui memiliki penyakit lain. Enam anak penderita gagal ginjal akut juga sebelumnya dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19. Akan tetapi, setelah melalui penelitian epidemiolog, ditemukan kelebihan dosis obat yang mengandung zat pelarut pada tubuh pasien.

Baca Juga: Bikin Lega, Data Kemenkes Soal Obat Sirup Tercemar Jadi Acuan Kaum Ibu

"Belum diperiksa obatnya waktu itu, nanti setelah ada penelitian epidemiologi, baru dikroscek semua, akhirnya ditemukan ternyata memang ada kelebihan dosis zat pelarut," kata Rosmini.

Saat ini, pihaknya masih melakukan proses penyelidikan dengan stakeholder terkait. Tim itu beranggotakan dokter-dokter spesialis, terutama dokter ginjal pada anak kemudian dokter spesialis patologi klinik dan beberapa perawat yang mengetahui terkait penanganan anak.

Rosmini menyebut, langkah-langkah antisipasi telah diupayakan. Rumah Sakit Pusat (RSP) Wahidin Sudirohusodo sebagai salah satu rumah sakit rujukan bahkan telah membentuk Tim Khusus penanganan gagal ginjal akut pada anak. Tim tersebut dokter-dokter spesialis, terutama dokter ginjal pada anak, dokter spesialis patologi klinik dan beberapa perawat.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta masyarakat menghentikan konsumsi obat sirup yang masuk daftar berbahaya. Selain itu, ia mengimbau para orang tua rutin memeriksa urin anak jika menunjukkan gejala panas, batu dan diare.

"Poinnya kita di sini harus berhati-hati. Setiap anak yang demam diharapkan orang tua memperhatikan urin anaknya. Normalnya, anak buang air kecil 3 sampai 4 kali, jika kurang dari itu harus diperiksakan," pungkasnya.

Baca berita update lainnya dari Sonora.ID di Google News.