Find Us On Social Media :
Komitmen Pemerintah dan SKK Migas Jaga Ketahanan Energi dengan Kolaborasi (Humas SKK MIgas)

Komitmen Pemerintah dan SKK Migas Jaga Ketahanan Energi dengan Kolaborasi

Liliek Setyowibowo - Rabu, 23 November 2022 | 16:35 WIB

Sonora.ID - Salah satu poin deklarasi G 20 Bali adalah menekankan pentingnya ketahanan energi sambil mengerahkan seluruh upaya menuju transisi energi yang berkelanjutan.

Indonesia dalam beberapa bulan terakhir 2045 menjadi negara default jika kita dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5% setiap tahun didukung oleh pasokan energi yang cukup.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam keynote speakernya dalam pembukaan International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2022 (IOG 2022) yang berlangsung mulai hari ini Rabu (23/11/2022) di Nusa Dua, Bali.

Luhut mengatakan tema IOG 2022, yaitu “Boosting Investment & Adapting Energy Transition Through Stronger Collaboration” selaras dengan salah satu kesepakatan dalam KTT G20 yang berlangsung pekan lalu yaitu penekanan atas pentingnya ketahanan energy serta kesiapan untuk melakukan segala upaya menuju transisi energi yang berkelanjutan.

Ditambahkannya, guna mencapai Visi Indonesia Emas 2045, yaitu menjadi negara maju di tahun 2045, pertumbuhan ekonomi kita perlu didukung oleh pasokan energi yang cukup. Oleh karena itu, pemerintah sepenuhnya mendukung visi bersama sektor hulu migas yaitu target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas bumi per hari (BSCFD) pada tahun 2030.

Baca Juga: SKK Migas: Hulu Migas Kian Agresif Tingkatkan Aktivitas dan Investasi

“Jika target ini tercapai, maka akan mengurangi defisit neraca perdagangan dan memperkuat struktur anggaran negara kita sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di atas 5%,” ujar Luhut.

Luhut pun menggarisbawahi peran strategis gas bumi di tengah komitmen Indonesia menuju Net Zero Emission.

Sebab ketersediaan gas bumi akan menjadi katalis bagi proses transisi energi ke depan. Pemerintah Indonesia siap memberikan dukungan bagi pencapaian target produksi migas 2030 tersebut. 

“Pemerintah sudah mengidentifikasi serangkaian insentif fiskal untuk mencapai target ini. Sejumlah langkah telah ditempuh dan sejumlah kebijakan sedang difinalisasi untuk mendistribusikan insentif finansial kepada Kontraktor KKS dan lapangan-lapangan tertentu dalam rangka meningkatkan produksi,” papar Luhut.  

Seperti diketahui, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) kembali mengadakan International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2022 (IOG 2022) yang berlangsung Rabu-Jumat (23-25/11) di Nusa Dua, Bali.

Pembukaan dilaksanakan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif dan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dengan menghadirkan keynote speaker Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. 

(*Kilas Pemberitaan)

Baca Juga: Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Raih Penghargaan Dharma Karya ESDM Muda tahun 2022