Find Us On Social Media :
Ilustrasi virus HIV/AIDS. (Pixabay/Gerd Altmann)

Perkembangan Kasus HIV/AIDS di Kota Palembang

Jati Sasongko - Jumat, 2 Desember 2022 | 11:00 WIB

Palembang, Sonora.ID – Tanggal 1 Desember setiap tahunnya diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia.

Tema Hari AIDS sedunia tahun ini adalah "Satukan langkah, cegah HIV, bersama setara akhiri AIDS".

Yudi Setiawan, Kabid Pencegahan & Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Palembang kepada Sonora (1/12/2022) mengatakan bahwa kasus HIV/AIDS di kota Palembang pertahun rata-rata 100–120 pertambahannya, yang artinya HIV/AIDS masih ada di tengah kita.

Semakin banyak dilakukan testing terhadap orang-orang yang berisiko maka kemungkinan ketemu orang HIV/Aids akan semakin besar.

“Yang harus dilakukan adalah mengedukasi masyarakat terutama kelompok-kelompok usia muda anak SMP, SMA bagaimana pentingnya pencegahan HIV/AIDS. Bahwa HIV/AIDS  menular lewat hubungan seksual, jarum suntik yang tercemar. Kalau mereka tahu penyebab HIV/AIDS  dan tahu bagaimana penularan orang ke orang, harapannya mereka melakukan prilaku aman dari HIV/AIDS  antara lain tidak seks bebas, tidak menggunakan jarum suntik tercemar, intinya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” ujarnya.

Baca Juga: Bank Sumsel Babel Bina Pelaku UMKM di Palembang Naik Kelas

HIV/AIDS di kota Palembang banyak ditemukan pada pria kelompok produktif usia 25–40 tahun, ada juga anak-anak 1–4 tahun, bahkan bayi dibawah 1 tahun juga ada.

Pada anak-anak, penularannya dari ibu yang terinfeksi HIV/AIDS dan menularkan saat hamil.

Ada 8 kelompok yang masuk ke dalam populasi kunci HIV/Aids yaitu ibu hamil, pasien TBC, pasien IMS, WTS, nafsa suntik, LSL, transgender, dan warga binaan. Mereka wajib dilakukan test HIV/AIDS.

Seorang ibu hamil yang positif HIV/AIDS maka harus minum antiretroviral minimal 6 bulan agar resiko anak lahir positif HIV/AIDS kecil.

Test HIV/Aids bagi 8 kelompok tadi gratis, di luar kelompok itu harus membayar sesuai standar masing-masing faskes.

Saat ini, masih ada stigma negative terhadap orang-orang pengidap HIV/AIDS.

Masyarakat tidak perlu takut dengan orang-orang tersebut sebab HIV/AIDS  tidak menular seperti Covid yang menular lewat bicara, batuk, atau droplet.

Baca Juga: Mayat Mr. X Ditemukan di Pinggir Jalan Lintas Timur Palembang- Kayu Agung

HIV/AIDS penyakit menular yang prosesnya ada pertukaran cairan baik itu sperma, ASI, IMS, vagina, dan darah.

“Kepada masyarakat mari bersama-sama cegah penularan HIV/AIDS dengan tidak berhubungan seks yang belum menikah, setia pada pasangan yang sudah menikah, menggunakan kondom bagi yang berisiko. Intinya prilaku seks yang aman, bersih dan jauh dari seks bebas,” tutupnya.