Find Us On Social Media :
Ilustrasi virus HIV/AIDS. (Pixabay/Gerd Altmann)

Ciptakan Akses Kebutuhan Penyintas HIV/AIDS, PKBI Sumut Gelar Lokakarya Konsep Advokasi

Fernando Oktareza - Jumat, 2 Desember 2022 | 17:50 WIB

Palembang, Sonora.ID - Dalam rangka mempermudah akses kebutuhan TB, HIV/AIDS dan NAPZA, Perkumpulan Keluarga Berencana Daerah Sumatera Utara (PKBI Sumut) pada Jumat (02/12) menggelar kegiatan Lokakarya Konsep Advokasi di Azza Hotel Palembang.

Advokasi Officer CSS HR, PKBI Sumut, Sari Palupi menuturkan, dalam kegiatan yang dihadiri kumpulan organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Sriwijaya Forum Care (SFC) beserta stakeholder terkait ini membahas isu strategis seputar TB, HIV/AIDS dan NAPZA yang terjadi di lapangan.

"Kita mengangkat hal yang menjadi isu lapangan dan hasil implementasi yang menjadi kebutuhan dasar dalam mengakses kebutuhan TB, HIV/AIDS dan NAPZA," ucap Sari ketika diwawancarai.

Sari menambahkan, kegiatan kali ini perlu dilakukan sebagai upaya memberikan sounding kepada Pemerintah Daerah (Pemda) terkait agar juga ikut memperhatikan para penderita TB, HIV/AIDS dan NAPZA.

Baca Juga: Perkembangan Kasus HIV/AIDS di Kota Palembang

Mengingat selama ini berbagai support seputar TB, HIV/AIDS dan NAPZA disupport penuh oleh The Global Fund, namun pada akhir 2023 mendatang The Global Fund menyatakan tidak lagi mensupport Indonesia karena termasuk dalam Middle Country.

"Jadi kami minta Pemda setempat untuk sigap merespon hal ini, karena apabila Pemda tidak sigap ini akan jadi bencana dan masalah besar. Maka dari itu perlu dieksekusi secara dini," tuturnya.

Selain itu, lanjut Sari, kegiatan ini juga merupakan salah satu dalam rangkaian hari AIDS sedunia dengan tema "Satukan Langkah Cegah HIV, Semua Setara Akhiri AIDS", meskipun, dalam kenyataannya belum terimplementasi sesuai kenyataan.

"Kegiatan ini juga menjadi salah satu rangkaian hari AIDS sedunia dengan moto Satukan Langkah Cegah HIV, Semua Setara Akhiri AIDS. Meski pada kenyataannya masih tidak setara, baik dalam distribusi pengobatan, maupun akses public line-nya. Karena stigma dan diskriminasi masih menghantui," kata Sari.

Tidak hanya itu, kata Sari, pada Sabtu (03/12) malam pihaknya juga bakal menggelar kegiatan 1000 lilin yang berlokasi di Pelataran Monpera sejak pukul 21.00-22.00 WIB.

 "Kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Aids Sedunia. Kita harapkan melalui kegiatan teman-teman kita penyintas HIV bisa lebih tampil percaya diri seperti orang lain pada umumnya," tutupnya.