Find Us On Social Media :
Tanda diabetes semakin parah. (Pixabay/Steve Buissinne)

8 Tanda Diabetes Semakin Parah, Perhatikan Ciri-Cirinya!

Nisa Hayyu Rahmia - Rabu, 14 Juni 2023 | 23:00 WIB

 

Sonora.ID - Tanda diabetes semakin parah menjadi sesuatu yang wajib menjadi perhatian lebih.

Pasalnya, diabetes menjadi salah satu penyakit yang bisa mematikan jika tidak mendapat perawatan yang baik.

Bahkan, kasus penyakit diabetes di Indonesia juga kemungkinan besar akan terus meningkat.

Dilansir dari laman Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Pemerintah memprediksi bahwa pada 2030, kasus diabetes di tanah air mencapai 30 juta.

Selain menjalankan pola hidup sehat, pencegahan dapat dilakukan dengan mengetahui tandanya sejak dini sebelum makin akut.

Baca Juga: SIMAK!!! Berikut Ketentuan Konsumsi Telur Bagi Penderita Diabetes

Tanda Diabetes Semakin Parah

Jika kondisi diabetes memburuk, maka pasien diharuskan segera mengambil tindakan untuk mengendalikan kadar glukosa darah.

Untuk itu, simak tanda jika diabetes semakin parah di bawah ini.

1. Penurunan berat badan ekstrem

Penurunan berat badan adalah tanda yang jelas bahwa diabetes Anda tidak terkelola dengan baik, demikian dikutip dari laman CW William Health Center.

Jika tidak ada alasan lain untuk penurunan berat badan, seperti diet khusus atau program olahraga dan Anda memiliki masalah dengan diabetes, kemungkinan besar penurunan berat badan Anda terkait dengan kadar gula darah yang tinggi.

2. Haus secara terus-menerus

Penting untuk minum air secara teratur dan tetap terhidrasi. Namun, jika Anda sering merasa haus, ini bukanlah tanda yang baik.

Mulut kering dan pusing juga dapat menjadi gejala yang muncul pada diabetes yang sudah parag.

Kadar glukosa darah yang tinggi mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap air, yang dapat meningkatkan rasa haus.

Baca Juga: 7 Manfaat Daun Sambung Nyawa, Salah Satunya Bisa Jadi Obat Alternatif Diabetes!

3. Sering buang air kecil

Jika Anda sering buang air kecil lebih dari 3 liter sehari, ini adalah tanda poliuria, yang juga menunjukkan bahwa diabetes Anda tidak terkendali dan semakin buruk.

Ketika tubuh mencoba mengeluarkan kelebihan glukosa dari darah, Anda akan sering merasa perlu buang air kecil.

4. Mengalami infeksi berulang

Orang dengan diabetes yang tidak terkontrol lebih rentan terhadap infeksi yang terjadi secara berulang.

Selain itu, proses penyembuhan dari infeksi juga bisa lebih lambat dan tertunda.

Anda memiliki risiko tinggi terkena infeksi kulit, saluran pencernaan, telinga, saluran kemih, dan saluran pernapasan.

5. Napas berbau buah

Dikutip dari Medical News Today, orang dengan kadar gula darah tinggi mungkin mengalami napas yang berbau buah atau manis.

Hal ini disebabkan oleh proses pemecahan lemak menjadi energi yang menghasilkan zat kimia bernama aseton, yang memberikan aroma buah.

Napas "buah" juga dapat menjadi tanda adanya DKA (Diabetic Ketoacidosis), sebuah kondisi yang berpotensi berbahaya dan memerlukan perhatian medis segera.

Baca Juga: Cara Kerja Insulin pada Pengobatan Diabetes, Ini Penjelasannya

6. Masalah ginjal

Kadar glukosa yang tinggi dalam jangka waktu lama dapat merusak pembuluh darah, termasuk pembuluh darah di ginjal.

Hal ini dapat menyebabkan penyakit ginjal. Sekitar satu dari tiga orang dewasa dengan diabetes juga menderita penyakit ginjal.

Gejala yang mungkin dialami oleh orang dengan diabetes dan penyakit ginjal yakni urin yang sangat gelap atau berdarah, urin yang berbuih, rasa sakit di area ginjal di bagian bawah punggung, serta infeksi kronis ginjal atau saluran kemih.

7. Gejala Kardiovaskular

Menurut penelitian, penyakit kardiovaskular adalah komplikasi diabetes yang paling berpotensi fatal.

Sirkulasi yang tidak baik juga dapat menyebabkan lambatnya penyembuhan luka dan masalah pada ekstremitas, seperti pada kaki.

Tanda-tanda peringatan penting termasuk tekanan darah tinggi, nyeri dada, atau detak jantung yang tidak normal.

Hal ini tidak boleh diabaikan, baik itu disebabkan oleh diabetes atau kondisi lainnya.

8. Kesemutan atau mati rasa

Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka waktu lama dapat merusak saraf di seluruh tubuh, terutama yang mempengaruhi sensasi di tangan atau kaki.

Jika seseorang mengalami mati rasa atau kesemutan, ini bisa menjadi tanda kerusakan saraf atau neuropati diabetik.

Beberapa orang dengan diabetes mengalami nyeri saraf, yang dapat dirasakan sebagai sensasi seperti tersengat listrik atau terbakar.

Nyeri saraf bisa muncul di berbagai bagian tubuh, tetapi paling sering terjadi di kaki dan tangan.

Jika ada kemerahan, pembengkakan, atau sensasi panas di kaki, ini bisa menunjukkan adanya masalah medis yang mendesak dan memerlukan perhatian segera di unit gawat darurat.

Baca Juga: 5 Ciri-ciri Diabetes pada Pria, Lengkap Cara Jitu Mengatasinya

Itulah tadi tanda diabetes semakin parah. Semoga bermanfaat!