Find Us On Social Media :
Peternakan Ayam (Dok. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan)

Naiknya Harga Pakan Ayam Diduga jadi Sebab Harga Ayam Naik

Indra Gunawan - Selasa, 4 Juli 2023 | 11:45 WIB
 
Bandung, Sonora.ID - Sudah seminggu lebih harga daging ayam dan cabai masih belum beranjak turun. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah menyebutkan, harga daging ayam di pasar tradisional mencapai Rp40.000-Rp42.000/kg.
 
"Sedangkan harga cabai rawit Rp40.000-R50.000/kg. Lalu harga cabai tanjung Rp80.000-Rp100.000/kg di pasar tradisional," ucap Elly di Balai Kota Bandung, Senin (3/7/2023).
 
Namun, lain halnya dengan harga daging ayam di toko ritel. Elly mengatakan, harga di toko ritel jauh lebih murah dibandingkan pasar tradisional.
 
Baca Juga: Gagasan Inovasi Teknologi Terapan Hadir di Adha Festival Masjid Salman ITB Bandung
 
"Kemarin hari Minggu saya coba memantau ke salah satu toko ritel. Harga daging ayam dibanderol Rp29.900. Itu beratnya 0,8 kg atau 0,9 kg. Kalau per kilogramnya jatuh di harga Rp33.000," kata Elly.
 
Sementara itu di lokasi yang sama, Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa menjelaskan, salah satu faktor kenaikan daging ayam karena harga pakan yang naik, permintaan yang meningkat.
 
"Termasuk untuk cabai pun permintaannya meningkat. Cabai merah tanjung dipakai untuk masak. Sering dipakai untuk masak besar, apalagi di hari Iduladha," jelas Meiwan.
 
Meiwan juga menjelaskan alasan perbedaan harga daging ayam antara pasar tradisional dengan toko ritel. 
 
Menurutnya, di pasar tradisional rata-rata menjual daging ayam per kilogram. Sementara di toko ritel tidak per kilogram. 
 
"Biasanya kurang dari 1 kg, seperti 0,8 kg atau 0,9 kg beratnya," ungkap Meiwan.
 
Baca Juga: Momen Libur Idul Adha, Sudah Lebih dari 70 Ribu Tiket Api di Daop 2 Terjual
 
Faktor lainnya, toko ritel mendapatkan ayam yang sudah dipotong dari distributor langsung dan tinggal dijual. Sedangkan di pasar tradisional alurnya lebih panjang.
 
"Pertama mereka dapat dari peternak, kemudian dari distributor. Di pasar ada bandar lagi, dari bandar baru ke pengecer.
Dari distributor ke bandar pasti ambil untung lagi. Makanya bisa terjadi perbedaan," paparnya.
 
Lain halnya dengan cabai. Ia menjelaskan, cabai yang dijual di toko ritel lebih mahal karena kualitasnya sudah dipilih yang bersih dan dikemas dengan baik. Berbeda dengan cabai yang ada di pasar tradisional.
 
Untuk mengembalikan kestabilan harga daging ayam dan cabai, Meiwan menuturkan, sampai saat ini pihaknya masih terus memantau harga dan ketersediaan. 
 
"Ketersediaannya dulu yang kita pastikan aman sambil kita memantau pergerakan harganya. Kita juga terus berkoordinasi dengan pihak distributor ayam dan cabai, serta daerah penghasil. Kenaikan daging ayam dan cabai bukan hanya di Kota Bandung, tapi rata hampir di semua daerah," pungkas Meiwan.
 
Baca berita update lainnya dari Sonora.ID di Google News.