Find Us On Social Media :
fogging ruangan di SDN Sungai Miai 7 (dok) (Smart FM Banjarmasin / Juma)

Mengkhawatirkan! Kasus DBD di Banjarmasin Tahun 2023 Melonjak

Juma Muhammad - Kamis, 13 Juli 2023 | 17:01 WIB

Banjarmasin, Sonora.ID - Angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Banjarmasin tahun ini menunjukan tanda-tanda memprihatinkan.

Bukan tanpa sebab. Dalam kurun waktu enam bulan ini saja, tercatat sudah ada 64 kasus gigitan nyamuk aedes aegypti itu.

Angka itu melonjak tajam jika dibandingkan 2022 lalu. Dimana selama satu tahun, jumlah kasus DBD di kota berjuluk seribu sungai itu sebanyak 62 kasus.

“Sekarang sudah 64 kasus. Memang di bulan Juni lalu terjadi kenaikan secara signifikan,” ucap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, M Ramadhan, kepada Smart FM Banjarmasin baru-baru tadi.

“Sangat beda jauh, untuk itu perlu waspada bagi seluruh masyarakat,” sambungnya lagi. 

Ia menyebut, tingginya angka kasus virus yang ditularkan dari nyamuk Aedes Aegypti ke manusia itu, disebabkan faktor cuaca pancaroba yang sedang berlangsung saat ini.

"Data sementara, dari 64 kasus DBD itu tiga pasien diantaranya meninggal dunia," ungkapnya.

Lebih jauh, Ia membeberkan, kasus DBD tertinggi selama enam bulan terakhir ini terjadi di Kelurahan Sungai Andai. 

Dimana sudah tercatat ada 10 pasien DBD dari wilayah yang berada di Kecamatan Banjarmasin Utara itu.

“Makanya untuk gerakan Hari ADD ASEAN kita laksanakan di wilayah itu,” ujarnya.

Untuk itu, ia terus mengingatkan dan mengedukasi masyarakat untuk terus menerapkan 5M guna menanggulangi pertumbuhan jentik-jentik dari nyamuk Aedes Aegypti.

“Jika ada kejadian segera kita lakukan penyelidikan etimologi dan kalau benar positif kita lakukan fogging,” pesannya.

Baca berita update lainnya dari Sonora.id di Google News.

Baca Juga: Prof Dr Ariawan Gunadi: Sebagai Ketua Asean, Momentum Bangkitkan Ekonomi Indonesia dan Kawasan