Find Us On Social Media :
Alat-alat laboratorium dengan fungsi atau kegunaannya. (Pixabay)

50 Alat-Alat Laboratorium Lengkap dengan Fungsi atau Kegunaannya

Arista Estiningtyas - Jumat, 21 Juli 2023 | 08:05 WIB

Sonora.ID - Ketika kita masuk ke laboratorium sains, kita pasti akan menemukan berbagai macam alat-alat percobaan.

Alat-alat tersebut telah dirancang untuk fungsi tertentu. Alat-alat laboratorium ini yang akan membantu kita dalam percobaan, misalnya, mengambil atau mengukur suatu objek.

Sebelum menggunakannya, ada baiknya kita mengenali nama dan fungsi masing-masing alat laboratorium untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

Berikut ini pun kami sajikan paparan mengenai nama alat laboratorium dan fungsinya, dikutip dari berbagai sumber.

Baca Juga: Persamaan Reaksi Kimia: Cara Menulis dan Menyetarakan serta Contohnya

Alat-Alat Laboratorium Lengkap dengan Fungsinya

  1. Mikroskop: untuk mengamati objek mikroskopis.
  2. Erlenmeyer: untuk menampung bahan kimia.
  3. Gelas arloji: tempat bahan kimia padat.
  4. Cawan uap: untuk menguapkan suatu larutan di atas api.
  5. Labu ukur: untuk menampung dan mencampur bahan kimia dan cairan juga untuk menampung gas jika dilakukan pemanasan.
  6. Termometer: untuk mengukur suhu.
  7. Tabung reaksi: untuk menampung bahan kimia atau larutan dalam jumlah sedikit.
  8. Neraca: untuk menimbang bahan kimia.
  9. Gelas beker: untuk menampung bahan kimia atau larutan.
  10. Pinset: untuk mengambil suatu objek.
  11. Gelas ukur: untuk mengukur volume larutan.
  12. Pipet tetes: untuk mengambil suatu larutan dalam ukuran tetes.
  13. Pipet ukur: untuk mengukur volume larutan.
  14. Corong: untuk memasukkan zat cair ke tempat lain agar tidak tumpah.
  15. Oven: untuk mengeringkan peralatan seperti gelas atau mengeringkan sampel.
  16. Hotplate Stirrer: untuk memanaskan dan menghomogenkan suatu larutan dengan pengadukan.
  17. pH Meter: untuk mengukur derajat keasaman atau basa.
  18. Bola Karet: untuk mengisap larutan untuk kemudian diteteskan kembali.
  19. Desikator: tempat penyimpanan bahan yang digunakan untuk menguji kadar air. Selain itu, bisa juga untuk mengeringkan dan mendinginkan sampel yang mengandung air.
  20. Mortar dan Alu: untuk menghaluskan benda padat agar menjadi bubuk.
  21. Bunsen: untuk membakar zat dan memanaskan larutan.
  22. Lemari Asam: untuk menyimpan bahan-bahan kimia yang bersifat asam tinggi. Fungsi lainnya, yakni sebagai perantara untuk memindahkan bahan kimia asam konsentrasi tinggi, tempat reaksi kimia yang menggunakan bahan-bahan yang mudah menguap berbahaya.
  23. Statif dan Klem: untuk menyangga buret.
  24. Buret: untuk mengeluarkan larutan dengan volume tertentu.
  25. Rak Tabung Reaksi: wadah untuk menempatkan tabung reaksi. Wadah ini bisa berisi sekitar 10 atau 12 tabung reaksi.
  26. Indikator Universal: untuk mengukur tingkat keasamaan atau kebasaan.
  27. Furnace: untuk membuat suatu zat menjadi abu atau arang. Selain itu juga berfungsi menentukan kadar C- Organik pada pupuk organik dengan cara pengabuan.
  28. Waterbath: untuk menguapkan zat atau larutan pada suhu yang tidak terlalu tinggi.
  29. Laminar Air Flow: untuk mensterilkan dan meminimalkan alat-alat laboratorium dari mikroba.
  30. Stopwatch: untuk menghitung waktu saat melakukan uji sampel.
  31. Botol Reagen: untuk menyimpan larutan bahan kimia yang juga sering digunakan untuk menyimpan indikator asam basa seperti fenolftalin.
  32. Botol Semprot: untuk menyimpan aquades dan digunakan untuk mencuci atau membilas bahan-bahan yang tidak larut dalam air. Selain itu juga untuk mencuci atau menetralkan peralatan-peralatan yang akan digunakan.
  33. Cawan Petri: sebagai wadah menimbang, menyimpan bahan kimia, membantu menumbuhkan mikroba pada analisa mikrobiologi, dan untuk mengembangbiakkan sel.
  34. Cawan Porselen atau Evaporating Dish: sebagai wadah untuk mereaksikan atau mengubah suatu zat pada suhu tinggi. Contohnya penguapan larutan dari suatu bahan yang tidak mudah menguap. Selain itu juga untuk mengabukan kertas saring.
  35. Corong pemisah: untuk memisahkan cairan atau pasta dari dua campuran atau lebih yang berbeda berat jenisnya. Biasanya corong ditempatkan pada ring besi yang dipasang pada statif.
  36. Lampu spiritus: untuk membakar atau memanaskan.
  37. Penjepit logam: untuk menjepit bahan padat yang dibakar.
  38. Kalorimeter: digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat pada reaksi kimia dalam suatu sistem. Cara kerjanya, kalor yang dibebaskan atau diserap menyebabkan perubahan suhu pada kalorimeter.
  39. Kalorimeter Bom: untuk mengukur jumlah atau nilai kalor yang dibebaskan pada pembakaran sempurna (dalam O2 berlebih) suatu senyawa, bahan makanan, bahan bakar.
  40. Kawat Nikrom: digunakan untuk mengidentifikasi suatu zat dengan cara uji nyala. 
  41. Kertas Saring: untuk menyaring larutan kimia yang memiliki endapan.
  42. Lup: digunakan untuk mengamati kenaikan atau penurunan suhu pada termometer, terutama termometer raksa yang tidak memiliki warna.
  43. Multimeter: ada 2 macam, yaitu digital dan analog. Fungsinya untuk mengukur kuat arus listrik atau hambatan.
  44. Neraca Analitik: untuk menimbang massa suatu zat.
  45. Ozon Generator: untuk membuat ozon dalam laboratorium dengan bahan dasar oksigen murni.
  46. Piknometer: untuk mengukur nilai massa jenis atau densitas fluida.
  47. Refraktometer: untuk mengukur kadar bahan terlarut, seperti gula, garam, protein.
  48. Rotary Evaporator: berfungsi untuk memisahkan zat dari suatu campuran.
  49. Kaki tiga dan kasa kawat: untuk mendukung gelas beker atau erlenmeyer selama pemanasan.
  50. Penjepit kayu: untuk menjepit tabung reaksi selama pemanasan.

Demikianlah paparan mengenai alat-alat laboratorium dan fungsi atau kegunaannya.

Baca Juga: 5 Hukum Dasar Kimia Lengkap dengan Contoh Soal dan Pembahasannya

Baca berita update lainnya dari Sonora.id di Google News.