Find Us On Social Media :
Kepala Perpusnas Muhamad Syarif Bando berikan Kuliah Umum saat Wisuda Sarjana, Unimen, Sulsel (Humas Perpusnas)

Kepala Perpusnas Hadiri Wisuda Sarjana Unimen,Sulsel

Jumar Sudiyana - Sabtu, 22 Juli 2023 | 20:50 WIB

Enrekang, Sonora.id - Bupati Enrekang. Muslimin Bando bersama Kepala Perpustakaan Nasional menghadiri wisuda ke-12 Universitas Muhamadiyah Enrekang (Unimen), Sabtu, (22/7/2023).

Di hadapan 145 mahasiswa yang di wisuda, Bupati menargetkan empat tahun mendatang, Unimen mampu mewisuda 1.000 mahasiswa.
Pada kesempatan yang sama, Muslimin Bando juga mengapresiasi kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) di Unimen.

"Pembekalan keilmuan dan pengetahuan agar lulusan adaptif dengan dunia kerja," jelas Muslimin Bando.

Ya, mahasiswa saat ini tidak hanya dituntut dengan kemampuan akademik, tapi juga kemampuan mengembangkan skill. Hal ini diperlukan agar ketika lulus pendidikan tidak bertumpu pada rutinitas mencari pekerjaan, namun justru menciptakan lapangan kerja.

"Ijazah hanya tanda kelulusan bukan garansi kesuksesan. Kita harus berani memberdayakan intelektual diri dengan berani berinovasi dan berkreatifitas untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik," ucap Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando.

Ia menambahkan para lulusan kuliah harus berani ambil keputusan di tengah globalisasi. Dengan membuka lapangan kerja baru, otomatis membantu mengurangi angka pengangguran. Di satu sisi, mendongkrak income per kapita daerah. Indonesia diberi kekayaan alam yang melimpah, tinggal bagaimana kemampuan mengolahnya sehingga menjadi produk yang berdaya guna dan bernilai tinggi.

"Kita jangan terus menerus menjadi bangsa konsumen. Harus jadi bangsa produsen," lanjut Syarif Bando.

Senada dengan Kepala Perpusnas, anggota Komisi X DPR RI Mitra Fakhrudin menegaskan kekayaan sumber daya alam semestinya memberikan efek positif untuk kesejahteraan masyarakat.

Salah satu potensi yang dimiliki Kabupaten Enrekang adalah kekayaan alam sebagai destinasi wisata. Tinggal bagaimana mengemasnya menjadi lebih menarik antusiasme wisatawan datang dengan strategi promosi dan narasi yang menggugah.

"Kehadiran perpustakaan atau pojok-pojok baca di beberapa titik wisata saya yakini sebagai kombinasi yang mutualisme. Menguntungkan satu sama lain," ujarnya.

Perpustakaan di era globalisasi saat ini sudah bertransformasi. Peka terhadap perkembangan teknologi. Digitalisasi membuat buku lebih mudah diakses, daya jangkau luas, dan tidak terpaku pada ruang-ruang.
"Dengan peningkatan ilmu, kualitas literasi masyarakat akan terdorong," tambah Mitra.

*Rektor (Yunus Busa)* :
Literasi secara umum adalah membaca menulis dan bertutur. Kemudian bagaimana kita punya keahlian. Bagaimana menjadi guru yang baik, atau bagaimana menjadi petani yang baik, karena Enrekang juga terkenal dengan hasil pertanian holtikultura.

Kekuatan ini yang mesti didukung. Desa menjadi garda terdepan dalam penyediaan informasi dan pengetahuan di masyarakat. Meski saat ini dari 129 desa, baru sebagian kecil yang memiliki perpustakaan.

"Kita harus optimis dengan cara pemerintah menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung literasi di Kabupaten Enrekang," kata Rektor Unimen Yunus Bisa.

Kepala Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi Unimen Ismaya mengatakan orang yang berliterasi adalah yang berani menjadikan tantangan menjadi sebuah peluang
"Menjadi masyarakat yg berliterasi adalah utamanya dengan membaca, menghidupkan budaya menulis, terus beradaptasi, banyak bersosialisasi," ujarnya.
Pustakawan Utama Perpusnas Sri Sumekar menandaskan bahwa negara akan maju kalau indeks literasinya meningkat tiap tahunnya.