Find Us On Social Media :
Kanwil DJP DIY bekerja sama dengan Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) menyelenggarakan kegiatan Pajak Bertutur di Ruang Seminar Didaktos Kampus UKDW Yogyakarta. ()

Kanwil DJP DIY menggelar Pajak Bertutur untuk Pelajar di UKDW

Benni Listiyo - Jumat, 28 Juli 2023 | 13:00 WIB

Sonora.ID Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) DIY bekerja sama dengan Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) menyelenggarakan kegiatan Pajak Bertutur di Ruang Seminar Didaktos Kampus UKDW Yogyakarta.

Acara yang dilakukan secara hybrid (offline dan online)  ini bertujuan untuk mengedukasi generasi muda tentang  pentingnya pajak terhadap masa depan sebuah bangsa.

Kepala Bidang P2 Humas Kanwil DJP DIY Agung Subchan Kurnianto dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan pajak bertutur ini dilakukan secara  rutin setiap tahun dan serentak di seluruh  Indonesia.

Kegiatan yang  mengajarkan nilai-nilai kesadaran pajak oleh pegawai DJP kepada peserta didik mulai dari jenjang SD, SMP, SMA Umum dan Kejuruan, sampai dengan Perguruan Tinggi ini  dilakukan secara berkesinambungan dengan tujuan memberikan pemahaman tentang pajak sebagai pilar utama  pembangunan negeri.

Baca Juga: Era Gubernur Ridwan Kamil, Digitalisasi Pajak Sukses Dongkrak Pendapatan Daerah

Acara diisi dengan kegiatan penyampaian materi kesadaran pajak selama 1 jam pelajaran oleh para fungsional penyuluh pajak dan permainan edukatif serta kuis untuk menanamkan pengetahuan perpajakan dengan cara yang lebih santai dan menarik. 

Untuk tahun ini, kegiatan pajak bertutur Kanwil DJP DIY dilaksanakan di Kampus UKDW Yogyakarta, sedangkan untuk Kantor Pelayanan Pajak (KPP)  dilaksanakan di beberapa sekolah di wilayah DIY dengan total peserta sebanyak 1.069 orang.

  Berikut daftar sekolah yang berpartisipasi dalam kegiatan pajak bertutur di wilayah Kanwil DJP DIY :

  1. SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta
  2. SD Kriyan Bantul
  3. SD Trirenggo Bantul
  4. SD Negeri 1 Purwodadi Tepus Gunungkidul
  5. SMP Negeri 1 Bantul
  6. SMP Negeri 2 Bantul
  7. SMP Negeri 4 Wates
  8. SMA De Brito Yogyakarta
  9. SMA Stella Duce Yogyakarta
  10. SMA Negeri 2 Yogyakarta
  11. SMA Negeri 3 Yogyakarta
  12. SMA BOPKRI Yogyakarta
  13. SMK Negeri 1 Kalasan Sleman
  14. SMA Negeri 2 Bantul
  15. SMA Negeri 3 Bantul

"Pajak bertutur merupakan acara yang sudah berjalan lama dan digelar setiap setahun sekali. Dengan tujuan edukasi kepada generasi muda agar mereka tahu apa itu pajak dan manfaatnya, sehingga di masa depan  mereka akan menjadi pembayar pajak yang taat, bahkan mereka akan merasa bangga membayar pajak," tutur Agung. 

Agung juga menjelaskan bahwa pajak bertutur  merupakan upaya mengkampanyekan program inklusi kesadaran pajak dalam pendidikan utamanya bagi generasi muda Indonesia.

Pajak bertutur 2023 ini memiliki tema Sadar Pajak, Bukti Peduli pada Negeri dengan tagline  Sehari Mengenal, Selamanya Bangga. 

"Kami menargetkan untuk menjangkau tidak hanya wajib pajak yang sudah terdaftar namun juga calon wajib pajak masa depan (future taxpayer) yang nantinya menjadi pelopor-pelopor kepatuhan perpajakan," jelasnya. 

Melalui acara ini, Agung berharap agar tercipta generasi muda yang cerdas dan taat pajak sehingga akan membantu pembangunan negeri di masa depan.

Selain itu juga terbentuk generasi yang tidak lagi merasa terpaksa dalam membayar pajak, tetapi justru bangga dengan membayar pajak, karena dengan begitu mereka sadar telah berkontribusi bagi negeri.

Dekan Fakultas Bisnis UKDW Perminas Pangeran menyatakan bahwa acara ini sekaligus sosialisasi interaktif dan edukasi inklusi kesadaran pajak.

Baca Juga: Kewajiban Pajak Bagi UMKM, DJP Riau: Tidak Membayar Pajak Jika Belum Sampai Batas Yang Ditentukan

Total ada 156 peserta yang terlibat, mulai dari murid – murid SMA di Jogja,  mahasiswa UKDW juga mahasiswa selain dari UKDW.

"Kita juga punya tax center yang sudah bekerja sama dengan Kanwil DJP DIY, juga relawan pajak kita yang dikirim ke kantor pajak, dan untuk  mempertajam kompetensi kita juga buka konsentrasi pajak di sini," ujarnya. 

Perminas juga menyebut, di tahun 2045 mendatang Indonesia akan memasuki periode generasi emas di mana warga kelahiran 1995-2010 memasuki usia puncak.

"Makanya sejak dini mereka diedukasi agar saat jadi generasi emas di 2045 mendatang menjadi pembayar pajak dan menjadi kebanggan bagi kita," ucapnya.