Find Us On Social Media :
()

Ini Kiat Pemprov Sumsel Menyandang Predikat Daerah Penyangga Pangan Nasional

Jati Sasongko - Sabtu, 5 Agustus 2023 | 16:53 WIB

Palembang, Sonora.ID – Provinsi Sumatera Selatan ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai daerah penyangga pangan nasional.

Apa saja langkah-langkah dan  usaha pemerintah provinsi sumsel dalam menyandang predikat penyangga pangan nasional ?,

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Effendi kepada sonora ( 28/07/2023) menjelaskan bahwa pemerintah provinsi telah melakukan berbagai langkah-langkah diantaranya mememanfaatkan lahan lebak serta membentuk satgas untuk mempertahanakan produktifitas beras sumsel.

“ kita tiap tahun surplus beras 700 ton. Ini harus dipertahankan dan disuplai ke daerah lain. cara yang dilakukan antara lain : mempertahankan produksi kita walaupun kondisi ada el nino dan sebagainya tapi tetap berproduksi dan meningkat. Semua potensi yang ada harus dimaksimalkan. Sumsel punya lahan yang luas, lahan lebak bisa dimanfaatkan untuk menanam padi, semua berkolaborasi membentuk satgas dan menyiapkan sarana dan prasarana  serta melakukan pengolahan tanah yang baik,” ujarnya.

Baca Juga: Pimpinan DPRD Sumsel dan Pemprov Sumsel Tandatangani Nota Kesepakatan Terhadap Perubahan KUA-PPAS APBD Sumsel TA 2023

Ia berharap usaha-usaha yang dilakukan tadi bisa mempertahankan produksi beras agar sumsel tetap surplus beras.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat agar melakukan budi daya padi serta menghemat.

Padi yang dipanen tidak semua dijual tapi disimpan sebagian agar saat terjadi kekeringan masih ada ketersediaan beras.

Masyarakat di seluruh kabupaten kota juga dihimbau ikut mengantisipasi untuk mempertahankan produksi beras sumsel.

Dalam upaya menjaga kestabilan harga-harga bahan pokok, ia mengatakan pihaknya melakukan upaya diantaranya menggelar pasar murah.

Pasar murah baru saja digelar tanggal 2 hingga 3 Agustus 2023 lalu.

Pasar murah ini rencananya akan digelar tidak hanya di Palembang saja tapi juga di beberapa kabupaten/kota lain di sumsel diataranya OI, OKI, Muara enim, Oku Timur dan Lubuk Linggau, terutama di daerah-daerah  yang penduduknya banyak dan berpotensi terjadi inflasi.

“ gerakan pasar murah untuk menjaga kestabilan harga khsusunya bahan kebutuan pokok seperti beras, cabai, bawang, minyak goreng. Masyarakat bisa mendapatkan harga dibawah harga pasar. Ini hanya untuk kestabilan dan untuk membantu masyarakat yang ekonominya lemah. Kegiatan ini hingga akhir tahun akan digelar 14 kali, dipecah di beberapa kabupaten kota. Kegiatan ini melibatkan pihak-pihak terkait seperti bulog maupun produsen lain, sehingga harga yang djual lebih murah. Beberapa minggu kedepan kembali akan digelar kegiatan serupa,  tunggu saja kabar berikutnya,” ujarnya.

Baca Juga: Lantik Komisioner KPID Sumsel Periode 2022-2025, Ini Pesan Herman Deru