Find Us On Social Media :
Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2023, Kamis (31/8/2023). (Dok : BI)

Kepala BI Kalbar Optimis,Inflasi Kalbar Capai Kisaran 3 Plus Minus 1%

William - Jumat, 1 September 2023 | 14:32 WIB

Pontianak, Sonora.ID - Kepala PerwakilanBank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Nur Asyura Anggini Sari optimis jika Kalimantan Barat untuk akhir tahun 2023 mencapai inflasi kisaran 3 plus minus 1 (persen) dan diharapkan tidak menyentuh lebih dari itu.

"Kita melihat Juli saja sudah 1,53 (YtD), " ungkapnya, usai kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2023, Kamis (31/8/2023). 

Bank Indonesia selalu berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi dan Kabupaten/kota melalui formula 4K yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Antar Daerah.

"Pada 20 Agustus lalu kita adakan Kick Off dalam Gerakan Pengendalian Pangan Nasional di Kalbar bersama Pemprov Kalbar salah satunya dari sisi hulu kita ada 20 ribu bibit untuk 14 Kabupaten/kota yang dikirim dan pada pengolahan pasca panen ada alsintan yang kita juga kirim untuk kelancaran dalam pasca panen, " ujarnya. 

Untuk Ketersediaan Pasokan, Bank Indonesia juga mendukung semua Pemerintah Kabupaten/kota sebagai produsen terutama produk pangan kalbar sehingga tetap terjaga pasokannya.

Terkait dengan Komunikasi Antar Daerah pada 20 Agustus lalu telah ditandatangani MOU dan PKS jika ada kelebihan pasokan, "seperti arahan Presiden apabila ada Kabupaten/kota yang produksinya lebih seperti Bengkayang sebagai produsen jagung dan Singkawang sebagai prodesen ayam dan telur itu, merupakan cakupan dari MOU tersebut," terang Anggini. 

Sementara itu BI juga memfasilitasi agar harga di tangan konsumen tentulah harga yang hampir sama dengan harga produsen karena sudah ada bantuan terkait dengan fasilitas dan transportasi.

BI bersama Pemprov Kalbar khususnya Dinas Ketahanan Pangan apabila ada indikasi dari survey pengendalian harga yang setiap minggu ada kecenderungan naik, maka akan selalu dilakukan operasi pasar atau Gerakan Pangan Murah. 

"Kami di BI juga sudah membangun Early Warning System harga apabila kami lihat dari sistem itu ada kecenderungan harga harga naik, maka kami akan segera  koordinasi dengan Pemprov untuk melakukan operasi pasar, " lugasnya. 

Baca berita update lainnya dari Sonora.id di Google News.

Baca Juga: Hutan Kota Bisa Jadi Pilihan Objek Wisata yang Menarik di Pontianak