Find Us On Social Media :
Ilustrasi Sapi di Sragen mati mendadak (Tribun Jateng)

10 Ekor Sapi Mati Mendadak Di Sragen, Belum Diketahui Penyebabnya

Ria FM Solo - Selasa, 12 September 2023 | 18:11 WIB

Solo, Sonora.ID – Masyarakat Desa Kacangan, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen dibuat heran atas fenomena sejumlah sapi yang mati mendadak sejak akhir Agustus 2023 lalu.

Kejadian ini bermula sejak diketahui 28 Agustus 2023 lalu. Hingga September ini, jumlah sapi yang mati mendadak di daerah tersebut meningkat menjadi 10 ekor.

Sapi-sapi yang mati mendadak tersebut tersebar di tiga dukuh di Desa Kacangan, yaitu sebanyak 6 sapi mati mendadak di Dukuh Toro Kidul, di dukuh lemah bedah sebanyak 3 ekor sapi mati, dan satu ekor sapi mati di Dukuh Bonsari.

Anna Margaretha selaku Subkoordinator Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Sragen membenarkan hal tersebut.

Anna mengatakan jika terdapat tambahan sapi yang mati mendadak di Kecamatan Sumberlawang sejak Jumat (8/9/2023) lalu.

Baca Juga: 3 Habitat Sapi dan Manfaatnya bagi Manusia

“Terdapat tambahan kematian sapi di Sumberlawang hari Jumat lalu, yang mati tetangganya di daerah kacangan, Dukuh Toro Kidul,” ucap Anna, Senin (11/9/2023).

Untuk menyelidiki lebih lanjut tentang kematian sapi yang misterius ini, Anna dan pihaknya mengirim sampel agar dapat diuji di Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates Yogyakarta.

Dengan pengujian sampel ke laboratorium tersebut, diharapkan penyebab sapi-sapi yang mati mendadak itu dapat diidentifikasi.

“Saya belum tahu penyebabnya, ini akan dilabkan lagi. Nanti setelah hasil labnya keluar, segera saya kirim,” tuturnya.

Anna memberitahu jika setelah muncul gejala kejang-kejang pada sapi, pihaknya bersama dokter hewan langsung menyembelih sapi itu dan segera diambil darahnya untuk dijadikan sampel.

“Awalnya kejang-kejang, langsung disembelih dan dokter hewan mengambil darahnya untuk dijadikan sampel, besoknya akan dikirim ke BBVet,” imbuhnya.

Pihaknya telah mengirim sampel tanah ke BBVet Wates sejak Minggu lalu sehingga tinggal menunggu hasil uji resmi laboratorium. Sampel tanah itu diambil dari kasus 7 sapi yang meninggal mendadak.

Penulis: Tegar Taryan