Find Us On Social Media :
Arti kata piting yang diucapkan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Laksamana Yudo Margono kepada prajurit untuk menghadapi pendemo di pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau. (Dispenal)

Panglima TNI dan 9 Prajurit Berprestasi Dianugerahi Panglima Award 2023

Jumar Sudiyana - Selasa, 14 November 2023 | 08:04 WIB

Jakarta, Sonora.Id - Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono dan sembilan prajurit TNI yang dinilai berprestasi menerima penghargaan “Soedirman Award” pada acara malam penganugerahan di Balai Samudera, Jakarta, Senin.

Laksamana Yudo mendapatkan penghargaan khusus sebagai inisiator “Soedirman Award”, sementara sembilan prajuritnya menerima penghargaan itu yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu Anugerah Tentara Berdedikasi, Anugerah Tentara Inovatif, dan Anugerah Tentara Penjaga Wilayah NKRI.

Dilansir dari Antaranews.Com Penghargaan “Soedirman Award” untuk pertama kalinya diberikan oleh Mabes TNI untuk para prajurit dari tiga matra TNI yang dinilai berprestasi oleh jajaran Dewan Pakar yang dipilih secara independen.

Yudo, saat memberikan sambutannya, menyampaikan penghargaan Soedirman Award merupakan wujud penghargaan pimpinan TNI atas prestasi dan pengabdian para prajurit.

“Kami ingin menyampaikan, menggelorakan apa yang tidak terlihat di permukaan, meskipun sebagai prajurit saya yakin mereka tidak memerlukan semua ini,” kata Laksamana Yudo Margono.

Oleh karena itu, dia berharap acara apresiasi seperti malam anugerah “Soedirman Award” dapat terus berlanjut ke depannya, terutama setelah dia tidak lagi menjabat sebagai Panglima TNI. Pasalnya, Laksamana Yudo pensiun pada 26 November 2023.

“Kami berharap untuk acara ini dapat dilanjutkan, karena ini memberikan penghargaan dan juga memotivasi prajurit-prajurit kita sehingga mereka dapat melaksanakan tugas dengan baik,” kata Yudo Margono.

Dalam acara itu, sembilan prajurit yang menerima anugerah “Soedirman Award”, yaitu untuk kategori Anugerah Tentara Berdedikasi, Sertu Fadli Canu dari TNI AD (mengalirkan air melalui pipa bawah laut di Tojo Una-Una), Mayor Nabil dari TNI AL (membangun rumah tahfiz di Asahan), dan Sertu Meldi Wahyuada dari TNI AU (budidaya lebah madu di Bintan).

Kemudian untuk kategori Anugerah Tentara Inovatif, para penerima penghargaan yaitu Koptu Anronikus Tampani dari TNI AD (membangun PLTA Mini di Ende), Letkol Ricky Tacoma (membentuk perpustakaan terapung di KRI Teluk Weda), dan Letkol G. Siringoringo dari TNI AU (membuat teknologi water bombing untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan).

Terakhir, untuk kategori Anugerah Tentara Penjaga Wilayah NKRI, para penerima penghargaan, yaitu Mayor Sabar Simanjuntak dari TNI AD (membangun rumah pintar dan pasar masyarakat di Batas Batu, Asmat, Papua), Letda Semuel Wambrauw (menggagalkan peredaran 179 kilogram kokain di Banten), dan Letkol Pnb Bambang Apriyanto dari TNI AU (mengusir pesawat asing di Pekanbaru).

Dalam proses penilaian, Dewan Pakar, menyeleksi total 45 kandidat sampai akhirnya terpilih sembilan prajurit berprestasi. Dewan Pakar itu terdiri atas sejumlah pakar dan praktisi, yaitu Amiruddin Al Rahab (aktivis HAM dan kemanusiaan, mantan wakil ketua Komnas HAM), Meutya Hafid (Ketua Komisi I DPR RI), Alfito Deannova (Pimpinan Redaksi Detik.Com), dan Inayah Wahid (aktivis HAM dan seniman).