Find Us On Social Media :
Tanam Pohon Serentak, Menteri LHK dan Masyarakat Berkolaborasi Tekan Dampak Perubahan Iklim (KLHK RI)

Tanam Pohon Serentak, Menteri LHK dan Masyarakat Berkolaborasi Tekan Dampak Perubahan Iklim

Saortua Marbun - Sabtu, 30 Desember 2023 | 18:45 WIB
 
 
Sonora.ID - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melaksanakan Penanaman Pohon Serentak di seluruh wilayah Indonesia.
 
Penanaman pohon secara serentak ini merupakan arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan penanaman secara masif pada musim penghujan 2023/2024 dengan menggerakan seluruh elemen masyarakat, sekaligus membangkitkan semangat dan motivasi masyarakat untuk terus menanam dan memelihara pohon. 
 
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengingatkan bahwa sekarang ini dunia secara global sedang menghadapi triple planetary crisis, berupa perubahan iklim, polusi, dan ancaman kehilangan keanekaragaman hayati.
 
Di mana tiga hal tersebut saling terkait dan sangat mendesak untuk segera diatasi bersama dengan mengedepankan paradigma kolaborasi dan kerjasama semua pihak. 
 
"Dampak nyata perubahan iklim yang telah nyata kita rasakan di tingkat tapak, regional dan global antara lain, pertama, keterlambatan musim tanam, gagal panen, meningkatnya wabah dan hama tanaman serta penurunan produktivitas tanaman; kedua, meningkatnya tinggi permukaan air laut dan hilangnya daratan; ketiga, meningkatkan kejadian bencana hidrometeorologis; dan keempat, meningkatkan ancaman hilangnya keanekaragaman hayati," ujar Menteri LHK.
 
Baca Juga: PetroChina Jabung Kembali Raih PROPER Hijau 2023 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI
 
Oleh karena itu, ujar Siti Nurbaya, KLHK melalui penanaman pohon serentak ini mengajak semua pihak dan masyarakat luas untuk terus menanam dan memelihara pohon serta meningkatkan tutupan lahan sebagai bagian dari komitmen untuk menurunkan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya melalui Indonesia’s FoLU Net Sink 2030.  
 
Di kesempatan yang sama, sebagai bagian dari upaya mengajak serta semua pihak, pada saat penanaman serentak pohon tersebut, dilakukan juga penyerahan SK Menteri LHK No. 1221/2023 tentang Penetapan Green Ambassador kepada 1.994 pelajar dari 1.068 sekolah di seluruh Indonesia.
 
Para Green Ambassador ini merupakan generasi muda yang akan menjadi pioneer hebat, agen perubahan dan pemimpin masa depan yang penuh kreativitas, produktif, inovatif dan berdedikasi untuk melestarikan lingkungan hidup dan kehutanan.
 
"Melalui para ambassador ini diharapkan dapat menjadi penggerak upaya pemulihan lingkungan dan kehutanan yang lebih massif, inklusif, dan inovatif, sehingga bumi dapat kembali pulih dan nyaman untuk ditinggali bagi semua," ungkap Menteri LHK
 
Sementara itu, sebagai upaya menjaga kelangsungan bumi dan kesejahteraan manusia, diadopsi dari The Earth for All – A Survival Guide for Humanity di sebuah Laporan tahun 2022, perlu melakukan lima lompatan, yaitu pengentasan kemiskinan, pengurangan kesenjangan, pemberdayaan perempuan, sistem pangan yang sehat untuk manusia dan ekosistem, serta mengubah sistem energi lebih efisien dan transisi menuju energi bersih. Upaya tersebut tentunya perlu dikombinasikan dengan kecerdasan buatan, robotika, konektivitas, dan bioteknologi yang terus berkembang. 
 
"Karena alam adalah amanah bagi kita, maka perlu dikelola dengan baik dengan melindungi dan merawatnya dari kerusakan. Aksi konkret melalui penanaman pohon serentak ini melalui kolaborasi dan kerjasama semua pihak adalah salah satu upaya mewujudkan dunia yang lebih baik dan berkelanjutan. Bangun harmoni dengan alam, mulailah menanam!," pungkasnya
 
Sebagai informasi, pelaksanaan penanaman pohon serentak ini dilakukan di setiap provinsi yang dipimpin oleh pejabat KLHK Pusat dan Daerah, dengan melibatkan UPT KLHK, Dinas LHK, Aparatur Sipil Negara, dan masyarakat.
 
Bibit pohon berupa bibit kayu-kayuan, penghasil HHBK, buah-buahan, dan jenis multi-purpose tree species (MPTS) untuk kegiatan ini berasal dari persemaian-persemaian KLHK yang tersebar di seluruh Indonesia, baik yang berasal dari pusat-pusat persemaian skala besar, persemaian permanen maupun pembibitan lainnya.  
 
Penanaman pohon serentak ini juga bukan seremonial belaka, akan tetapi akan terus dilanjutkan dengan pemeliharaan dan didorong untuk terus mengajak peran serta masyarakat luas untuk semakin meningkatkan tutupan lahan.
 
Hal ini mengingat pentingnya keberadaan pohon dan tutupan lahan yang baik akan meningkatkan daya dukung alam, ketahanan pangan, energi, dan tentunya kesejahteraan seluruh makhluk hidup.  
 
Baca berita update lainnya dari Sonora.id di Google News