Find Us On Social Media :
Departemen Pengabdian Masyarakat HMTG (Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi) Mahandraga telah menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Taman Baca Masyarakat Patria, Jakarta Barat. (Dok Univ Pertamina)

HMTG Universitas Pertamina Lakukan Gerakan Literasi Sejak Dini

Jumar Sudiyana - Kamis, 18 Januari 2024 | 14:19 WIB

Jakarta,Sonora.Id - Departemen Pengabdian Masyarakat HMTG (Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi) Mahandraga telah menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Taman Baca Masyarakat Patria, Jakarta Barat. Kegiatan PkM tersebut diberi nama ‘Pojok Literasi’. 

Maka dari itu, kegiatan PkM Pojok Literasi ini memiliki tujuan, seperti meningkatkan minat baca masyarakat terutama anak-anak, menyalurkan donasi berupa buku bacaan, serta meningkatkan kesadaran anak-anak sekitar Taman Baca Masyarakat Patria mengenai bencana banjir dan mitigasinya. Selain itu juga, untuk meningkatkan rasa kepedulian sosial mahasiswa geologi dan masyarakat sekitar lokasi pelaksana kegiatan.

Dikutip dari laman www.universitaspertamina.ac.id Kegiatan Pojok Literasi dibuka dengan kata sambutan dari ketua pelaksana kegiatan, ketua HMTG Mahandraga, dan perwakilan dari pihak Taman Baca Masyarakat Patria. Kemudian sesi dilanjutkan dengan penyampaian materi terkait mitigasi bencana banjir yang disampaikan oleh oleh Saudari Ayoedya Earning Weebe, S.T., Setelah itu, sesi games dan pemberian snack serta donasi berupa buku dan lemari buku. Kegiatan ditutup dengan pemberian plakat kepada pembicara dan pengurus taman baca masyarakat dan sesi foto bersama.

“Acara yang dilaksanakan berhasil menarik minat baca anak-anak sekitar Taman Baca Masyarakat Patria serta menambah wawasan mengenai bencana banjir dan mitigasinya. Hal tersebut terlihat dari mereka yang sangat antusias dalam kegiatan membaca dan mendengarkan materi tersebut yang dikemas dengan menarik dan tidak memberatkan. Terima kasih kepada orang-orang yang sudah melakukan donasi, semoga kebaikannya digantikan oleh Tuhan lebih dari itu”, tutur Inggrit Mirascela Terloit.