Find Us On Social Media :
Pemkab PPU Gelar Pasar Murah Guna Memastikan Ketersediaan Pangan Selama Bulan Ramadhan (Diskominfo PPU)

Pemkab PPU Gelar Pasar Murah Guna Memastikan Ketersediaan Pangan Selama Bulan Ramadhan

Etty Hariyani - Rabu, 6 Maret 2024 | 18:05 WIB
 
Penajam, Sonora.ID - Dalam rangka untuk melakukan stabilisasi pasokan, menjaga ketersediaan dan harga pangan, menjelang puasa dan Idul Fitri tahun 2024 hingga tidak terjadi lonjakan harga ekstrem Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara gelar pasar murah.
 
Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Waru, Rabu (6/3/2024).
 
Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun menegaskan bahwa ketersediaan pangan ini jauh-jauh hari kami telah melakukan pengecekan di lapangan.
 
"Dan kita punya stok pangan di PPU cukup untuk bulan Ramadhan hingga Idul Fitri." ujarnya.
 
"Ketersediaan stok cadangan tersebut seperti kebutuhan beras, cabai, tomat, bawang merah, minyak goreng dan sebagainya juga dipastikan aman, setiap saat saya selalu pantau perkembangan kebutuhan pangan masyarakat di pasar jadi tahu betul kondisinya bagaimana. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir," ucap Makmur Marbun.
 
Baca Juga: Melalui Lomba Masak Serba Ikan Ketua TP PKK PPU Linda Romauli Siregar Galakkan Untuk Gemar Makan Ikan
 
Makmur Marbun menekankan gerakan pasar murah merupakan upaya pemerintah Kabupaten PPU dalam melakukan intervensi stabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi dengan menggandeng semua pihak terkait.
 
Berdasarkan rilis BPS menunjukkan bahwa, tingkat inflasi nasional bulan Februari 2024 berada pada angka 2,75% YoY (year on year) dan 0,375 MtoM (month to month).
 
Sementara untuk Kabupaten PPU berada pada angka 0,15% MtoM (month to month). Artinya masih dibawah angka inflasi nasional.
 
Namun tetap harus diwaspadai untuk kemungkinan lonjakan harga komoditi beras, cabai merah, minyak goreng, telur ayam ras, daging ayam ras dan gula pasir.
 
"Sehingga pemerintah harus hadir, tentunya melibatkan seluruh stakeholder dan dinas terkait, Tim TPID, Perum Bulog, distributor pangan serta pelaku usaha pangan dalam menjamin ketersediaan, distribusi dan akses pasar." pungkasnya.