Perayaan Idul Adha, Pemprov Riau: Tetap Jalani Protokol Kesehatan
Perayaan Idul Adha, Pemprov Riau: Tetap Jalani Protokol Kesehatan ( Sonora/Aruna Hamka)

Perayaan Idul Adha, Pemprov Riau: Tetap Jalani Protokol Kesehatan

1 Agustus 2020 08:10 WIB

Pekanbaru, Sonora.ID - Pemerintah Provinsi Riau memberikan himbauan untuk melakukan salat Idul Adha dilakukan di masjid dan tidak dibenarkan untuk dilakukan di lapangan. 

"Kami sudah menyampaikan Kakanwil Agama Provinsi Riau, Bupati dan Walikota di Provinsi Riau, hingga alim ulama bahwa hari raya kita tahun ini, kita laksanakan di mesjid. Kenapa dilakukan di mesjid karena kita mudah untuk mengontrol," ungkap Gubernur Riau, Syamsuar, Kamis (30/7). 

Hari pertama solat id Idul Adha diberbagai mesjid juga terpantau mentaati berbagai himbauan protokol kesehatan.

Baca Juga: Di Hari Raya Idul Adha Gubernur Anies Baswedan, Kurbankan Sapi Seberat 1,3 Ton Untuk Warga Jakarta

Baik jemaah yang akan salat ied Idul Adha untuk menggunakan masker dan juga membawa peralatan solat tersendiri.

Serta masjid-masjid penyelenggara solat Ied Idul Adha juga terlihat memeriksa suhu tubuh jemaah yang hadir. 

Mesjid yang tersebar di Kota Pekanbaru memiliki waktu yang berbeda-beda untuk melakukan pemotongan hewan Qurban. Beberapa mesjid melakukan di hari Jumat, ada mesjid-mesjid lainnya akan melakukan pemotongan di hari Sabtu dan juga Minggu. 

Baca Juga: Akibat Covid-19, Shalat Idul Adha di Gowa Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Dalam hal ini, himbauwan Gubernur Riau untuk tidak lengah dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang bisa mengurangi penularan diantara masyarakat. 

Beberapa masjid juga sudah memiliki peraturan untuk mengurangi panitia yang mengurusi pemotongan qurban. 

Baca Juga: Menko PMK: Protokol Kesehatan Wujud Pengorbanan Melawan Covid-19

Dalam keterangan salah satu penyelanggara Qurban di Mesjid Ubudiyah, Tenayan Raya menyebutkan bahwa ada peraturan yang tidak dilakukan pada tahun lalu, yaitu pembatasan jumlah panitia pemotongan hewan qurban.

"Dulu siapa saja boleh membantu, bahkan nanti bisa ratusan. Tapi karena pandemi ini, ada peraturan yang menyebutkan bahwa satu RT hanya boleh membantu sebanyak 10 orang, jadi total hanya 30 orang dalam membantu untu memotong hewan qurban," ungkap Hamka Lubis, Jumat (31/7).

Baca Juga: Di Hari Raya Idul Adha Gubernur Anies Baswedan, Kurbankan Sapi Seberat 1,3 Ton Untuk Warga Jakarta

Video Pilihan
KOMENTAR
92.0 fm
98.0 fm
90.4 fm
102.6 fm
93.3 fm
97.4 fm
98.9 fm
101.1 fm
96.0 fm
96.7 fm
99.8 fm
98.9 fm
98.8 fm
90.8 fm
97.5 fm
91.3 fm
94.4 fm
91.8 fm
102.1 fm
98.8 fm
95.9 fm
88.9 fm
101.8 fm
97.8 fm
101.1 fm
101.8 fm
101.1 Mhz Fm
101.2 fm
101.8 fm
102.1 fm