SCW melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Jalan Kapten A. Rivai Palembang, Kamis (13/8).
SCW melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Jalan Kapten A. Rivai Palembang, Kamis (13/8). ( Dok. Humas Pemprov Sumsel)

Sriwijaya Corruption Watch Laporkan Temuan Soal Aktivitas Penambangan Batu Bara Ilegal

14 Agustus 2020 07:45 WIB

Palembang, Sonora.ID - Sriwijaya Corruption Watch (SCW) melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Jalan Kapten A. Rivai Palembang, Kamis (13/8). Pada unjuk rasa kali ini, puluhan pendemo dari Sriwijaya Corruption Watch (SCW), menyoroti soal aktivitas penambangan batu bara.

Para pendemo, yang ditemui langsung oleh Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menyampaikan tuntutannya kepada orang nomor satu di Provinsi Sumatera Selatan tersebut.

Tuntutan yang diajukan berupa permintaan kepada Gubernur Sumatera Selatan untuk menghentikan aktivitas perusahaan penambangan batu bara ilegal dan menyetop aktivitas angkutan batu bara yang diduga menggunakan jalan umum.

Baca Juga: Beri Dukungan Untuk Pelaku UMKM dan IKM, Herman Deru Resmikan Kriya Sriwijaya Sumsel

Dalam penyampaiannya, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, M. Sanusi mengatakan, berdasarkan temuan Sriwijaya Corruption Watch (SCW) di lapangan, mobil angkutan batu bara melewati jalan umum yang berada di kawasan Lintas Tengah Sumatera.

“Hari Ini, Pak Gubernur, kami izin untuk melaporkan bahwa temuan kami di lapangan, kepada dinas perhubungan terutama, mobil angkutan batu bara melalui jalan lintas tengah Sumatera,” ujar M. Sanusi, dalam video yang diunggah akun instagram @humasprovsumsel.

Menurut M. Sanusi, kedatangan para aktivis SCW juga untuk melaporkan kepada Gubernur terkait pengawasan dan penindakan perusahaan batu bara yang terindikasi kuat melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

“Saya harapkan Bapak Gubernur mau menghentikan aktivitas perusahaan yang bergerak di bidang penambangan batu bara yang terduga melakukan penambangan secara ilegal,” ungkapnya.

Pengangkutan batu bara yang menggunakan sarana jalan umum, lanjut M. Sanusi, diduga dapat mengakibatkan kerusakan jalan dan kemacetan.

Sebanyak puluhan orang yang mengatasnamakan diri sebagai Sriwijaya Corruption Watch (SCW), melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Jalan Kapten A. Rivai Palembang, Kamis (13/8).

Baca Juga: Dispar Palembang Berencana Menggelar Virtual Tour di Dua Lokasi yang Sulit Dijamah Masyarakat

Para pendemo tersebut ditemui oleh Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H. Herman Deru, yang menyempatkan diri untuk mendengarkan secara langsung tuntutan yang mereka sampaikan.

Selain Herman Deru, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumatera Selatan Akhmad Najib, dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan Nelson Firdaus, turut hadir dan mendengarkan penyampaian tuntutan oleh Sriwijaya Corruption Watch (SCW).

Video Pilihan
EditorKumairoh
KOMENTAR
92.0 fm
98.0 fm
90.4 fm
102.6 fm
93.3 fm
97.4 fm
98.9 fm
101.1 fm
96.0 fm
96.7 fm
99.8 fm
98.9 fm
98.8 fm
90.8 fm
97.5 fm
91.3 fm
94.4 fm
91.8 fm
102.1 fm
98.8 fm
95.9 fm
88.9 fm
101.8 fm
97.8 fm
101.1 fm
101.8 fm
101.1 Mhz Fm
101.2 fm
101.8 fm
102.1 fm