Presiden Joko Widodo saat meresmikan Industri Pabrik Baterai PT HKML Baterry Indonesia (15/9)
Presiden Joko Widodo saat meresmikan Industri Pabrik Baterai PT HKML Baterry Indonesia (15/9) ( Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo Resmikan Pabrik Baterai, Ahli Otomotif Tanggapi Hal Tersebut

20 September 2021 14:15 WIB

Sonora.ID - Belakangan ini, perbincangan mengenai kendaraan listrik sedang ramai diperbincangkan, baik di dalam masyarakat atau pun media sosial.

Terlebih, pabrik baterai yang akan digunakan sebagai sumber daya kendaraan listrik di Indonesia telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Menanggapi hal tersebut, Bebin Djuana, Ahli Otomotif, mengatakan bahwa peresmian pabrik baterai oleh Presiden Joko Widodo merupakan satu langkah besar yang Indonesia ambil dalam memasok sumber daya untuk kendaraan listrik.

Melalui program Kilinik Otomotif Sonora yang tayang pada YouTube Sonora FM, Bebin menambahkan bahwa nikel yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan baterai berada di bumi pertiwi, sehingga peresmian pabrik tersebut dapat membuat nama Indonesia semakin terkenal dan diperhitungkan oleh dunia.

Baca Juga: Jokowi: Groundbreaking Pembangunan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama di Indonesia Bahkan di Asia Tenggara

Menurut penuturannya, Indonesia dapat mengambil peran besar dalam memasok baterai dan menujukkan kepedulian terhadap lingkungan.

Seperti yang sudah diketahui bahwa sudah ada beberapa industri kendaraan yang memproduksi kendaraan dengan tenaga listrik.

Bebin mengungkapkan bahwa ke depannya, kendaraan listrik seperti mobil dan motor akan menggantikan peran kendaraan dengan bahan bakar bensin.

"Kendaraan itu cepat atau lambat akan beralih ke listrik," ungkap Bebin.

Baca Juga: Kabar Terbaru, Pabrik Mobil Listrik Tesla akan Dibangun di Batang

Video Pilihan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
92.0 fm
98.0 fm
90.4 fm
102.6 fm
93.3 fm
97.4 fm
98.9 fm
101.1 fm
96.0 fm
96.7 fm
99.8 fm
98.9 fm
98.8 fm
90.8 fm
97.5 fm
91.3 fm
94.4 fm
91.8 fm
102.1 fm
98.8 fm
95.9 fm
88.9 fm
101.8 fm
97.8 fm
101.1 fm
101.8 fm
101.1 Mhz Fm
101.2 fm
101.8 fm
102.1 fm