Excavator pengerukan sungai Ahmad Yani
Excavator pengerukan sungai Ahmad Yani ( Smart FM Banjarmasin / Juma)

Excavator Normalisasi Sungai Rusak Aspal, Begini Klarifikasi Wali Kota

23 Oktober 2021 14:15 WIB

Banjarmasin, Sonora.ID - Lanjutan program normalisasi sungai yang dilaksanakan Pemko Banjarmasin di kawasan Ahmad Yani Kota Banjarmasin menimbulkan polemik. 

Pasalnya, satu unit excavator yang ditempatkan untuk melakukan pengerukan sungai di kawasan Ahmad Yani Kilometer 5 menimbulkan kerusakan permukaan aspal.

Kondisi ini pun sempat viral di media sosial. Dalam captionnya akun instagram @ssc.banjarmasin menyayangkan, track frame atau roda alat berat tidak dilapisi bantalan karet atau plat besi.

Baca Juga: Titian Antasan Bondan Kondisimu Kini. Sekarang Warga Harapkan PJU

Alhasil merusak merusak permukaan aspal jalan Ahmad Yani, yang baru saja di aspal ulang (overlay).

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina pun turut angkat bicara.

"Ada kesalahan teknis dan sempat viral di media sosial karena excavatornya nempel di jalan yang baru diaspal," ucap Ibnu, saat ditemui Smart FM Banjarmasin di Balai Kota, Sabtu (23/10) siang.

Ia menerangkan, sebenarnya para pekerja di lapangan belum sempat bekerja. Pihaknya juga telah meminta agar pengerjaan ditunda sementara, dan dilakukan penambahan papan sebagai pelapis track frame excavator.

Itu dilakukan, untuk menghindari terjadi kerusakan pada permukaan aspal yang baru kerjakan.

Video Pilihan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
92.0 fm
98.0 fm
90.4 fm
102.6 fm
93.3 fm
97.4 fm
98.9 fm
101.1 fm
96.0 fm
96.7 fm
99.8 fm
98.9 fm
98.8 fm
90.8 fm
97.5 fm
91.3 fm
94.4 fm
91.8 fm
102.1 fm
98.8 fm
95.9 fm
88.9 fm
101.8 fm
97.8 fm
101.1 fm
101.8 fm
101.1 Mhz Fm
101.2 fm
101.8 fm
102.1 fm
satu unit excavator yang ditempatkan untuk melakukan pengerukan sungai di kawasan Ahmad Yani Kilometer 5 menimbulkan kerusakan permukaan aspal.