Find Us On Social Media :
helm ojol (Tribunnews.com)

Terkait Bantuan untuk Ojek Online, Pengamat: Pemerintah Harus Adil

Jati Sasongko - Senin, 20 April 2020 | 19:55 WIB

Palembang, Sonora.ID - Banyaknya bantuan kepada driver ojek online di masa pandemi Covid-19 menimbulkan beragam reaksi, mengingat banyak sektor yang terdampak corona bukan hanya driver ojek online saja.

Menanggapi hal tersebut pengamat kebijakan publik dari Universitas Sriwijaya Dr. Andries Lionardo, S.IP., M.Si kepada Sonora mengatakan bahwa pemerintah lebih memprioritaskan ojek online karena adanya perubahan sosial, komunikasi dan teknologi terhadap jenis pekerjaan di era milenial.

Hal tersebut pun menjadi latar belakang terjadinya peralihan jenis profesi dari manual ke online.

Baca Juga: Layanan Angkut Penumpang Gojek dan Grab Hilang di Bogor, Depok, dan Bekasi

“Saya melihat dari sisi positifnya. Pasti pemerintah memiliki data terkait tenaga kerja. Data yang berprofesi sebagai ojek online lebih banyak ketimbang profesi yang lain,” ujarnya.

Namun dirinya menilai bahwa dalam membuat kebijakan publik harus menerapkan prinsip keadilan sosial dalam kepentingan umum.

“Ini mungkin kritik saya terhadap pemerintah, tapi kita juga harus berfikir yang lain, bahwa memang terjadi perubahan sosial dalam profesi, dalam bekerja masyarakat kita, tapi sekali lagi dalam prinsip ilmu kebijakan public harus memberi arti keadilan bagi seluruh komponen. Selain ojol. Banyak profesi lain yang saya pikir layak diberi bantuan ditengah wabah pandemi ini, “ ujarnya.

Baca Juga: Tarik Ulur, Algoritma Aplikator Berperan dalam Operasional Ojek Online