Find Us On Social Media :
Ilustrasi hamil di saat pandemi virus corona (https://www.freepik.com/)

Angkanya Melonjak, Haruskah Tunda Kehamilan di Masa Pandemi Covid-19?

Iyeng Veda - Kamis, 28 Mei 2020 | 17:40 WIB

Semarang, Sonora.ID - Video imbauan agar warga Semarang menunda kehamilan di masa pandemi virus corona atau Covid-19 menjadi viral di media sosial.

Video berdurasi 55 detik itu memperlihatkan seorang petugas perempuan dari Puskesmas Purwoyoso Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang dari dalam mobil puskesmas keliling, mengajak warga untuk tidak hamil di masa pandemi Covid-19.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam menjelaskan bahwa apa yang disampaikan di video tersebut kurang tepat.

Alih-alih melarang, Abdul justru menyebut perempuan masih boleh hamil di masa pandemi. Bahkan, ia menjamin jika ibu yang sedang hamil akan disediakan fasilitas konsultasi di DKK Kota Semarang.

Baca Juga: Viral Video Imbauan Jangan Hamil Saat Pandemi, Dinkes Kota Semarang Beri Klarifikasi

Perlu diketahui lonjakan angka kehamilan terjadi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan di Indonesia.

Menurut data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), pada pertengahan Mei 2020, ada lebih dari 400 ribu kehamilan tak direncanakan selama PSBB.

Selain karena faktor meningkatnya angka kehamilan, adanya kekhawatiran bahwa hamil di masa pandemi Covid-19, juga memiliki risiko kesehatan lebih besar.

Tak lain karena ibu hamil merupakan kelompok rentan yang mesti ekstra menjaga kesehatan di tengah pandemi. Hal ini disebabkan oleh berubahnya sistem imun di tubuh ibu hamil yang membuatnya lebih rentan tertular virus corona dan masalah kesehatan lainnya.

Baca Juga: Seorang Ibu Hamil Positif Covid-19, Berhasil Lahirkan Bayi Laki-laki