Find Us On Social Media :
Suasana pembagian nasi bungkus di beberapa titik wilayah Kota Denpasar oleh Dapur Umum SOS. (Dok. Humas Pemkot Denpasar)

Dapur Umum SOS Berkeliling Denpasar, Hingga Kini Telah Salurkan 28.000 Nasi Bungkus

I Gede Mariana - Rabu, 29 Juli 2020 | 13:05 WIB

 

Denpasar, Sonora.ID - Saat ini Pandemi Covid-19 memberikan dampak siginifikan di segala sektor kehidupan manusia di penjuru dunia. Jika diambil dari sisi positifnya, wabah ini mengajarkan kita semua untuk membangun semangat gotong royong dalam satu perasaan dengan rasa solidaritas yang tinggi melalui kemiteraan dan tanggung jawab sosial seluruh pihak.

Untuk itu, sebagai upaya untuk menciptakan pola ketahanan pangan yang terpadu, berkelanjutan dan tepat sasaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Bagian Kerjasama Setda Kota Denpasar bersama Dinas Sosial Kota Denpasar membangun kemiteraan dengan pengelola dapur umum “Bantu Sesama” dalam uluran tangan untuk kehidupan.

Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati mengatakan bahwa Dapur Umum Bantu Sesama ini merupakan program kemiteraan yang murni menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikelola secara langsung oleh pengelola dapur umum “Bantu Sesama” yang bernama Dapur Umum SOS.

Baca Juga: Rai Mantra Minta Semua Anggota GTPP Fokus Penanganan Covid 19

Dijelaskan Laxmy Saraswati bahwa Dapur Umum ini benar-benar disinergikan dalam tajuk Uluran Tangan untuk Kehidupan membantu sesama baik warga yang sehat, warga yang terisolasi maupun warga yang benar-benar membutuhkan.

Lebih lanjut dijelaskan, keberadaan dapur umum SOS merupakan pelayanan public yang langsung dirasakan riil oleh masyarakat setiap harinya. Laxmy Saraswati menambahkan dapur umum ini akan berkeliling ke desa-desa ataupun kelurahan-kelurahan untuk membagikan nasi bungkus yang bernutrisi, baik kepada warga yang sehat sekaligus mensosialisiasikan protokol kesehatan kepada warga mengenai tata cara hidup sehat, serta kegiatan utamanha yakni membagikan nasi bungkus untuk warga yang terisolasi mandiri akibat transmisi Lokal.

Laxmy Saraswati menerangkan bahwa Semangat gotong royong melalui Dapur Umum Bantu Sesama SOS ini, sangat diharapkan berperan untuk lebih mendalam menggugah untuk berkontribusi di dalam menyelamatkan warga di bidang pangan tanpa melihat agama, suku, ras dan lainnya.