Find Us On Social Media :
Ilustrasi virus corona (Covid-19). (kompas.com)

Ahli Epidemiologi: Terjadi Pergeseran Kasus Penularan Virus Corona di Sumsel

Jati Sasongko - Rabu, 29 Juli 2020 | 18:55 WIB

Palembang, Sonora.ID - Ahli Epidemiologi Sumatera Selatan, Prof. Yuwono kepada Sonora (24/7/2020) mengatakan bahwa telah terjadi pergeseran infeksi virus corona di Sumatera Selatan.

Kalau dulu banyak yang terinfeksi di tempat-tempat umum, sekarang berubah ke perkantoran yang ruangannya tertutup.

“ini klop dengan anjuran bahwa sinar matahari dan air flow atau aliran udara menjadi salah satu pokok memutus mata rantai penularan covid, sudah saatnya kita memahami dan menurunkan tensi dan pendapat kita, menghindari ruangan itu, tapi bukan berarti kebiasaan tanpa prosedur,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kita lebih baik banyak berada diluar ruangan dari pada diruangan tertutup, karena udaranya lebih bagus dan sinar matahari juga terpapar.

Baca Juga: Perkantoran Jadi Klaster Baru Covid-19, Kadisnaker: Hak Pegawai yang Terpapar Harus Tetap Dipenuhi

“Untuk perkantoran, sebaiknya disetting agar airflownya bagus dan sinar matahari masuk, beberapa perusahaan besar sudah melakukan rekayasa,” imbuhnya.

Pihaknya juga mengatakan bahwa sejak maret hingga hari ini kasus corona di Indonesia relative tetap stagnan. Jumlah kasus positif setiap hari adalah 10 % termasuk di Sumsel, tingkat kematiannya berkisar antara 4,5%  dan kesembuhananya rata rata diatas 40%.

“Masih cukup rendah, data WHO 56 %, kita masih ketinggalan 15 persen tingkat kesembuhannya,” ujarnya.

Tanggal 13 Juli 2020 lalu menteri kesehatan menetapkan bahwa tidak ada lagi istilah ODP, PDP dan OTG, istilah tersebut diganti dengan suspect, probable dan terkonfiramsi.

Baca Juga: Bukan Perkantoran, Ini Klaster Penyumbang Kasus Covid-19 Tertinggi