Find Us On Social Media :
Negara Ratu Elizabeth Resmi Tumbang, Inilah 10 Negara Yang Masuk Ke Jurang Resesi Karena Pandemi Covid-19 (Freepict.com)

Inilah 10 Negara Besar Yang Jatuh Ke Jurang Resesi Karena Pandemi Covid-19

Alifia Astika - Kamis, 13 Agustus 2020 | 14:30 WIB

Sonora.ID - Pandemi Covid-19 hingga saat ini belum mereda di seluruh dunia, bahkan korban dan jumlah pasien yang terinfeksi semakin banyak.

Selain menewaskan jutaan orang pandemi Covid-19 juga memberikan dampak mengerikan bagi perekonomian dunia.

Pasalnya hingga saat ini saja, sudah ada 10 negara besar di dunia yang mengalami resesi.

Berikut adalah 10 negara yang telah terjerumus kedalam jurang resesi karena pademi Covid-19.

Baca Juga: Di Tengah Isu Resesi Ekonomi, Begini Nasib Industri Properti di Indonesia

1. Inggris

Baru-baru ini negara pimpinan Ratu Elizabeth tersebut mengumumkan bahwa mereka telah tumbang, lantaran mengalami resesi terparah sepanjang masa berdirinya Inggris.

Mengutip dari The Guardian, Badan Statistik Nasional Inggris (ONS) melaporkan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II tahun 2020 minus 20,4 persen.

Sebelumnya, Inggris mengalami minus 2,2 persen pada kuartal I tahun 2020.

Dengan demikian, Inggris jatuh ke jurang resesi setelah mencatat dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi minus.

Baca Juga: Korea Selatan Resesi Setelah 17 Tahun Akibat Pandemi Covid-19

Resesi Inggris tidak bisa dilepaskan dari pandemi Covid-19 yang menyerang sejak Maret lalu dan kebijakan lockdown.

Kondisi perekonomian Inggris yang terpuruk itu menambah panjang daftar negara-negara yang mengalami resesi di masa pandemi Covid-19.

2. Filipina

Sebelum Inggris, negara Filipina lebih dulu mengalami minus pada kuartal II tahun 2020.

Adapun minus yang dialami Filipina mencapai 16,5 persen.

Negara Filipina pada kuartal I tahun 2020 juga mengumumkan pertumbuhan ekonomi minus 0,7 persen.

Sektor utama penyumbang penyusutan ekonomi Filipina adalah manufaktur, konstruksi, serta transportasi dan penyimpanan.

Baca Juga: Korea Selatan Resesi Setelah 17 Tahun Akibat Pandemi Covid-19